Layanan RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua Mengecewakan

Administrasi Pindah Ruang Butuh Waktu 12 Jam, Pasien Keburu Meninggal

- Editorial Team

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, TRIBRATA TV

Buruknya layanan RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua dikeluhkan seorang warga Kabupaten Belu. Pelayanan bagi pasien yang dijanjikan Bupati Belu, Willybrodus Lay ternyata hanya sebatas janji saja.

Hal ini dirasakan Maximus Koli, warga Rusun Piebulak Desa Persiapan Majo Rato Kecamatan Lamaknen Selatan. Ia mengeluhkan pelayanan kesehatan yang dialami ayahnya alm Viktor Abel Lesu, warga Desa Duarato Kecamatan Lamaknen.

Dikatakannya, pada hari Minggu (15/2/2026) ayahnya Viktor Abel Lesu masuk di ruang IGD sekitar jam 10 pagi dengan gejala penyakit yang tidak terlalu kritis sehingga butuh rawat inap atau rawat jalan.

Namun penyakitnya butuh penanganan cepat dan tepat dikarenakan almarhum sudah lanjut usia. Sayangnya penanganan di rumah sakit ini berlarut-larut dengan alasan observasi, yang membutuhkan waktu hingga pukul 22.00 malam.

BACA JUGA  Sudah Kronis, Farmasi RSUD. Dr. Pirngadi Tidak Sanggup Sediakan Obat Pasien BPJS

“Dari pukul 10 pagi hingga pukul 22 malam, belum ada kejelasan hasil laboratorium dan medis. Bapak saya masih di ruang IGD tanpa kejelasan,” kata Maximus, Senin (16/2/2026).

Dikatakannya, begitu masuk IGD, bapaknya ditangani medis dan tensinya berangsur-angsur normal. Bahkan bapaknya sempat minta makan dan ingin pulang.

Namun dilarang oleh perawat dan dokter, dengan alasan pasien masih diinfus dan dipasang oksigen jadi tidak boleh makan.

Kejanggalan mulai dirasakan keluarga ketika perawat beberapa kali mengganti infus dan obat-obatan dalam tenggang waktu singkat. “Ada yang 20 menit, ada yang 5 menit, infus dan obat diganti,” katanya lagi.

Pergantian obat ini pun tidak pernah dijelaskan kepada keluarga pasien, apa jenis obatnya, atau mengapa diganti obatnya.

BACA JUGA  Polresta Pekanbaru Kembali Raih Penghargaan Pelayanan Publik

Hingga akhirnya pada pukul 21.00 WITA, keluarga mencoba menanyakan hasil laboratorium serta penanganan lanjutan, namun perawat tidak memberikan informasinya.

“Tiba-tiba datang perawat mengantarkan makanan dan menyampaikan semua infus dan oksigen mau buka karena bapak akan dipindahkan ke ruang rawat inap,” tambah Maxi.

Sambil menunggu proses administrasinya, namun kejanggalan kembali terjadi, perawat menggantikan infus dan 5 menit kemudian diganti lagi.

“Saat itu kondisi bapak masih normal, ia kemudian minta buang air kecil ke toilet tidak mau memakai pispot. Ia minta selang oksigen dicabut dulu agar bisa berjalan ke toilet, tapi tidak ada perawat sehingga menunggu,” tambah Maxi.

Melihat lambannya pelayanan RS ini, ayah Maxi marah padanya. Ia mengatakan ‘saya tidak mau masuk rumah sakit, ini cara kamu mau bunuh saya’. Emosi ayahnya memuncak hingga tiba-tiba drop dan tak lama menghembuskan nafas terakhir.

BACA JUGA  Merasa Terancam, Wartawan di Belu Lapor ke Polsek Tasifeto Barat

“Saya sangat kecewa dengan pelayanan rumah sakit ini, untuk urus rawat inap saja 12 jam lebih tidak selesai, sampai pasien kelelahan menunggu,” kesalnya. (Ridho)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Sonny Maringka Sambut Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN
Peringati Harganas dan Hari Kependudukan Sedunia, Plt. Bupati Sitaro Hadiri Pencatatan Perkawinan Massal di Kantor Gubernur Sulut
Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan
Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

Sonny Maringka Sambut Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:15 WIB

Peringati Harganas dan Hari Kependudukan Sedunia, Plt. Bupati Sitaro Hadiri Pencatatan Perkawinan Massal di Kantor Gubernur Sulut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WIB

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:16 WIB

Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Berita Terbaru