Medan, TRIBRATA TV
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPD GWI Sumut) DR(C) Andi, S.Kom., S.H., M.M., CPM., CPLA., CPLO mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara segera memberikan penjelasan resmi terkait antrean BBM yang mengular di sejumlah SPBU Kota Medan.
Kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Pertamax ini sudah berlangsung selama 3 hari terakhir dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pernyataan sikap itu disampaikan Andi, saat diwawancarai di Sekretariat DPD GWI Sumut, Jalan Setia Budi, Medan, Selasa, 14 Juli 2026 siang hari.
Ia mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM di SPBU.
“Sudah 3 hari ini antrean BBM mengular di Kota Medan. Masyarakat harus mengantre berjam-jam. Banyak SPBU yang kosong, dan ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama pekerja, ojek online, dan transportasi umum,” ujar Andi.
Ia menegaskan kelangkaan BBM berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Biaya operasional meningkat dan waktu produktif terbuang percuma karena antre.
“Kami tidak ingin kelangkaan ini berlarut-larut. Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penimbunan dan dijual dengan harga di atas HET. Ini merugikan masyarakat,” tegasnya.
Andi juga meminta Pertamina Sumbagut bersikap transparan dan menjelaskan secara terbuka penyebab terjadinya kelangkaan.
“Masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah karena keterlambatan distribusi, peningkatan permintaan, masalah teknis di depo, atau faktor lainnya. Jangan biarkan masyarakat berspekulasi,” katanya.
Ia mendesak Pertamina segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal dan pelayanan di SPBU tidak terganggu.
“Kami minta Pertamina Sumbagut segera menambah pasokan, menambah mobil tangki, dan memastikan seluruh SPBU di Medan terisi sesuai kebutuhan. Jangan sampai terjadi krisis BBM di Medan,” desaknya.
Menanggapi kelangkaan tersebut, Group Head Operation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagu, Basuki Santoso sebelumnya menyatakan stok BBM untuk wilayah Medan dan sekitarnya dalam kondisi aman.
Pihak Pertamina juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurai antrean. Di antaranya menambah jam operasional SPBU menjadi 24 jam di 50 persen titik SPBU Kota Medan, serta menambah mobil tangki dan jumlah sopir untuk memperlancar distribusi.
“Dengan opsi waktu yang lebih luas, antrean yang tadinya padat kini mulai terurai. Tujuan kami memastikan distribusi BBM berlangsung lebih lancar, tertib, dan menjangkau seluruh masyarakat,” ujar Basuki.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian seperti biasa, serta menindak oknum yang membeli BBM dalam jerigen untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
Di akhir keterangannya, Andi menyatakan DPD GWI Sumut siap mengawal dan memantau distribusi BBM di Kota Medan.
“Kami akan terus memantau. Jika dalam 1-2 hari ke depan antrean belum terurai dan stok belum normal, kami akan bersurat resmi ke Pertamina Sumbagut dan BPH Migas. Masyarakat tidak boleh dikorbankan,” pungkasnya. (Red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









