Tapanuli Utara, TRIBRATA TV
Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan didampingi Penjabat (Pj) Sekda, Asisten I Bahal Simajuntak, Asisten III Binhot Aritonang, serta Kepala Bappeda Luhut Aritonang, menghadiri Forum Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 bertempat di Aula Martua Kantor Bupati, Tarutung, Jumat (14/3/2025).
Acara dihadiri oleh seluruh Perangkat Daerah, para Kabag dan Camat serta para eselon III perangkat daerah se-Kabupaten Tapanuli Utara.
Forum RKPD ini bertujuan menginventarisasi dan menjaring aspirasi guna menyempurnakan rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang selanjutnya akan menjadi bagian dari penyempurnaan Rancangan RKPD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026.
Wakil Bupati mengatakan Fokus pada Inpres 01 Tahun 2025 dengan mengoptimalkan pemanfaatannya. Optimalisasi berarti memaksimalkan hasil dari sumber daya yang terbatas, seperti SDA, anggaran, dan fasilitas.
“Kita harus berfokus pada Inpres 01 Tahun 2025 yang membahas tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025. Dengan melihat ke depan bagaimana peraturan tersebut dapat kita manfaatkan secara optimal. Optimalisasi berarti memaksimalkan output dari input yang ada. Jika kita memiliki sumber daya yang tidak terbatas, tentu hasilnya akan besar, tetapi tantangan kita justru terletak pada keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA), anggaran, dan fasilitas,” katanya.
“Sebagai contoh, tadi kita melaksanakan senam pagi. Kegiatan ini bisa dilakukan juga di kecamatan, kantor, dan sekolah tanpa memerlukan anggaran khusus, tetapi dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Ini adalah contoh sederhana bagaimana kita bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada”, ucap wakil mengawali sambutannya.
Ia juga menegaskan optimalisasi anggaran butuh kolaborasi OPD dan desa agar pembangunan lebih efektif.
“Selain itu, optimalisasi anggaran dapat dilakukan melalui kolaborasi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak boleh lagi bekerja sendiri-sendiri, tetapi harus saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Anggaran daerah terbatas, tetapi dana desa masih tersedia. Oleh karena itu, kolaborasi antara OPD dan desa sangat diperlukan demi kemajuan pembangunan di Tapanuli Utara. Tidak ada lagi “kami”, tetapi “kita” dalam membangun daerah ini,” tambahnya.
Wakil Bupati juga menegaskan laporan harus baik, data perencanaan harus akurat. Jangan tampilkan data yang belum valid atau verifikasi langsung.
“Laporan dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan harus dibuat dengan baik karena itu adalah bagian dari tanggung jawab kita. Selain itu, data yang digunakan dalam perencanaan harus akurat dan sesuai kondisi lapangan. Jangan hanya menampilkan grafik dan angka yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Saya sering melihat presentasi OPD yang datanya belum valid. Oleh karena itu, saya tekankan, jika data belum benar dan belum sesuai realitas, jangan ditampilkan. Gunakan data real-time atau minimal data yang akurat. Jika perlu, lakukan verifikasi langsung ke lapangan”, tegasnya.
Usai arahan Wakil Bupati, acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Forum Perangkat Daerah oleh Wakil Bupati dan beberapa Perangkat Daerah. (Wahyu Hutabarat)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









