Jakarta, TRIBRATA TV
Dalam upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terpenuhi dengan baik di tahun anggaran 2025, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM melakukan konsultasi langsung di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), Selasa (14/10/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperjuangkan sejumlah alokasi dana penting yang menyentuh sektor kesehatan, infrastruktur, hingga kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Bupati Chyntia diterima langsung oleh Rikie, S.STP, M.Si, selaku Direktur Perencanaan Anggaran Daerah. Pertemuan ini berlangsung penuh semangat kolaborasi dan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah Sitaro dalam menguatkan sinergi dengan pemerintah pusat.
“Tujuan kami datang adalah memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Sitaro, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, dan peningkatan kesejahteraan ASN,” ungkap Bupati Chyntia dalam pertemuan tersebut.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah anggaran untuk obat-obatan serta makan minum pasien rawat inap di RSUD Sawang dan RSUD Tagulandang. Menurut Bupati, dua rumah sakit tersebut merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan yang sering menghadapi keterbatasan logistik akibat faktor geografis.
“Kami ingin memastikan pasien tidak hanya mendapat pelayanan medis, tetapi juga dukungan gizi dan obat-obatan yang memadai. Ini soal hak dasar masyarakat untuk sehat,” tegasnya.
Selain sektor kesehatan, pengadaan oksigen untuk rumah sakit juga menjadi perhatian serius. Selama ini, pasokan oksigen di wilayah kepulauan kerap terkendala distribusi, terutama ketika cuaca ekstrem menghambat transportasi laut. Dengan dukungan anggaran baru ini, diharapkan kebutuhan oksigen dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
Dalam konsultasi tersebut, Bupati Chyntia juga menyoroti penanganan bencana di Kampung Lumbo, Kecamatan Tagulandang, yang beberapa waktu lalu terdampak bencana alam. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi prioritas, terutama dalam melindungi keselamatan warga di daerah rawan bencana.
Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan pada pembangunan talud jalan Buang–Karungo di Biaro dan pengaman pantai di Kelurahan Paseng serta Kampung Barangkapehe. Infrastruktur ini dinilai sangat vital untuk mencegah abrasi serta menjaga akses transportasi masyarakat tetap aman dan lancar.
“Wilayah kepulauan seperti Sitaro memerlukan perhatian khusus karena tantangan geografisnya berbeda dengan daerah daratan. Maka setiap talud, jembatan, dan pengaman pantai menjadi benteng kehidupan bagi masyarakat,” tutur Chyntia penuh empati.

Salah satu kabar baik dari hasil pertemuan tersebut adalah persetujuan prinsip atau ‘lampu hijau’ dari Kemendagri atas berbagai usulan tersebut. Termasuk di dalamnya, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Direktur Perencanaan Anggaran Daerah, Rikie, S.STP, M.Si, menyambut baik langkah proaktif Bupati Chyntia. Ia menilai keberanian kepala daerah datang langsung dan mempresentasikan kebutuhan daerahnya menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan publik. “Pendekatan seperti ini mempercepat proses evaluasi dan sinkronisasi anggaran di tingkat pusat,” ujar Rikie.
Dengan hasil yang positif ini, Bupati Chyntia menyampaikan rasa syukur dan optimisme bahwa tahun 2025 akan menjadi momentum pemulihan dan penguatan pelayanan publik di Sitaro. Ia berkomitmen untuk mengawal tindak lanjut hasil konsultasi tersebut hingga tahap realisasi anggaran.
“Ini bukan sekadar perjalanan dinas, tetapi perjuangan untuk masyarakat. Kami ingin setiap rupiah anggaran benar-benar kembali pada rakyat, dalam bentuk pelayanan yang nyata,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Langkah Bupati Chyntia ini memperlihatkan wajah baru kepemimpinan daerah yang tidak hanya menunggu, tetapi bergerak aktif membangun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat. Komitmen ini diharapkan membawa angin segar bagi kemajuan Sitaro—sebuah kepulauan yang kecil di peta, namun besar dalam semangat untuk berkembang. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









