Simalungun, TRIBRATA TV
Masyarakat Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun minta Bupati Simalungun menggantikan Kordinator Pertanian Huta Bayu Raja, karena banyak permasalahan pertanian dan bantuan pertanian tidak transparan dan kordinator susah ditemui atau dihubungi.
Sindak Siagian, warga Kelurahan Huta Bayu Raja, Selasa (13/8/2024) mengatakan, petani tidak mengenal kordinator pertanian Huta Bayu Raja yang bernama Resma Sirait karena tidak pernah ditemui dan tak pernah turun ke lapangan pertanian.
“Masalah pertanian di Huta Bayu Raja ini cukup banyak, karena lumbung padi di Simalungun adalah Huta Bayu Raja ini. Bagaimana petani bisa menggunakan lahannya dengan baik kalau tidak dibantu Dinas Pertanian Simalungun terkhusus Huta Bayu Raja,” katanya.
Bantuan pertanian yang turun ke kelompok tani dan ke kios pupuk yang ada di Huta Bayu Raja tidak transparan, sehingga diduga kuat Kordinator Pertanian Huta Bayu Raja korupsi atas bantuan tersebut.
“Kita bermohon kepada Dinas Pertanian Simalungun segera memeriksa Kordinator Pertanian Huta Bayu Raja. Dan, apabila terbukti maka harus dihukum dan posisinya digantikan,” ungkap warga.
Resma Sirait yang dihubungi melalui seluler tidak mengangkat telepon dan pesan singkat yang dilayangkan tidak dibalas.
Demikian juga Kepala Dinas Pertanian Simalungun Sakban Saragih melalui seluler tak diangkat dan pesan singkat yang dilayangkan tidak dibalas sampai berita ini dikirim ke meja redaksi.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









