Kasus Penyiraman Kopi Panas di Bekasi Berakhir Haru, Peran Polisi Menuai Pujian

- Editorial Team

Senin, 14 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bekasi, TRIBRATA TV

Insiden penyiraman kopi panas yang sempat menghangatkan suasana antara Mulyadi dan manajer PT Jala Expres, Sahat Simbolon, kini mencair dalam suasana damai dan kekeluargaan. Peristiwa yang semula memicu emosi, kini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi dan peran aktif aparat dalam menjaga keharmonisan sosial.

Pertemuan damai yang digelar di Kantor PT Jala Expres pada Senin (14/4/2025), difasilitasi Bhabinkamtibmas Polsek Bantar Gebang, Aipda Mugiono. Dalam suasana hangat dan terbuka, kedua belah pihak sepakat menyudahi konflik yang terjadi tanpa membawa permasalahan ke jalur hukum.

BACA JUGA  Propam Polda Sulsel Selidiki Penyebab Kematian Bripda DP yang Diduga Dianiaya Seniornya

“Kami menyesalkan insiden ini. Sahat khilaf, dan atas nama perusahaan kami menyampaikan permohonan maaf,” ujar Dewi Handayani, HRD PT Jala Expres, dengan nada tulus.

Sahat Simbolon pun tak menutup diri untuk mengakui kesalahannya.Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Mulyadi dan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menjembatani proses damai ini. “Kami sadar, ini hanya kesalahpahaman. Terima kasih kepada Aipda Mugiono yang sudah hadir sebagai penengah,” tambah Dewi.

Aipda Mugiono menegaskan kepolisian bukan sekadar alat penegak hukum, melainkan juga sahabat masyarakat yang hadir membawa solusi. “Kami akan selalu siap membantu. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk menjaga ketenangan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan masyarakat,” katanya dengan tenang.

BACA JUGA  Aniaya Ibu Kandung, Anak Durhaka Ditangkap

Kisah ini pun menuai respon positif dari warga. Program Problem Solving yang dijalankan Polsek Bantar Gebang dianggap sukses meredam potensi konflik lebih besar, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih manusiawi dan bermartabat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik konflik, selalu ada ruang untuk maaf dan rekonsiliasi. Dan ketika aparat hadir dengan pendekatan yang humanis, damai bukan hanya mungkin tetapi sampai nyata. (Ahmad FG)

BACA JUGA  Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Penganiayaan Dalam Tempo Kurang 3 Jam

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polda Aceh Akui Salah Tembak dalam Operasi Pengejaran Pelaku Narkoba
Aksi Solidaritas untuk Palestina Kembali Menggema di Jakarta
Asrama Ponpes Darunna’im Pontianak Dilalap Api
Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas
Viral Siswi Korban Kecelakaan Datangi Kantor Bank Demi Urus PIP, Ini Kata BNI
‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi
Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Berita Lainnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:19 WIB

Polda Aceh Akui Salah Tembak dalam Operasi Pengejaran Pelaku Narkoba

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:32 WIB

Aksi Solidaritas untuk Palestina Kembali Menggema di Jakarta

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:26 WIB

Asrama Ponpes Darunna’im Pontianak Dilalap Api

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:14 WIB

Viral Siswi Korban Kecelakaan Datangi Kantor Bank Demi Urus PIP, Ini Kata BNI

Berita Terbaru