Langkat, TRIBRATA TV
Kehadiran satwa liar kembali menghantui warga Dusun Aras Napal, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Setelah ancaman harimau mereda, kini giliran kawanan gajah Sumatera (Elephas maximus) yang keluar dari hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan merusak kebun masyarakat.
Gerombolan gajah liar itu meratakan tanaman sawit, pisang, hingga kelapa milik warga. Dalam semalam, kerusakan bisa mencapai setengah hektare.
Rosmita Benjerang, warga Aras Napal, mengaku resah dengan kejadian tersebut. “Tadi malam ada 13 ekor gajah masuk kebun. Sawit, pisang, kelapa hancur semua,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).
Rosmita menambahkan, peristiwa ini sudah berulang kali terjadi dan warga telah melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (BKSDAE), namun belum ada solusi permanen.
Sekretaris Desa Bukit Mas, Musa Tarigan, juga membenarkan keresahan warga. Menurutnya, gajah keluar dari hutan karena habitatnya terganggu. “Sawit yang baru ditanam dirusak, bahkan sawit besar pun ditumbangkan. BKSDAE sudah sering menghalau, tapi gajah tetap masuk,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Seksi BKSDAE Wilayah III Stabat, Bobby Nopandri, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penyelesaian konflik manusia dengan satwa liar tersebut.
Warga kini hanya bisa berharap ada tindakan nyata sebelum kebun mereka benar-benar habis dimangsa kawanan gajah. (Lentini Krisna Prananta Sembiring, SE)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







