Samosir, TRIBRATA TV
Partai PDI Perjuangan setiap musim kemarau atau setiap tahun selalu menyalurkan air bersih ke setiap pelosok desa yang ada di Kabupaten Samosir. Kegiatan ini rutin dilakukan partai berlambang banteng ini.
Kali ini dua truck tangki memasuki Dusun Batu Landit dan Dusun Siaek Mual, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir, Kamis (12/5/2025).
Desa ini merupakan salah satu desa pelosok dataran tinggi yang ada di Kecamatan Palipi yang berbatasan dengan Kecamatan Ronggurnihuta. Setiap tahun di musim kemarau desa ini memang sulit air bersih untuk kebutuhan sehari-hari termasuk untuk kebutuhan air minum.
Di belakang kemudi distribusi terlihat nama Rapidin Simbolon, Ketua DPD PDI- Perjuangan Sumatera Utara sekaligus anggota DPR-RI Komisi XIII yang merupakan putra asli daerah asal Samosir.
Di tengah musim kering yang menggigit, saat mata air berhenti mengalir, Rapidin Simbolon hadir sebagai jawaban dari jeritan sunyi warga yang telah sebulan kehilangan hak paling dasar, yakni air bersih.
“Kami tidak minta banyak. Cukup air, supaya anak-anak kami bisa minum, mandi, dan hidup dengan layak,” ujar Boru Sinaga seorang seorang ibu rumah tangga yang sudah sebulan mengantri air hingga larut malam, bergiliran dengan tetangga, menunggu tetesan mata air atau air mata mual.
Air bersih pun didistribusikan ke jerigen serta bak penampungan warga di Dusun Si Aek Mual secara merata. Tentu ini merupakan suatu kebahagiaan bagi masyarakat desa Huta Ginjang.
“Kami sangat berterimakasih, Pak Rapidin datang pada saat kami butuh, bukan pada saat dia butuh,”ujar boru Sinaga.
Boru Sinaga menambahkan, pada saat menjabat Bupati di Samosir, kedatangan Rapidin ke tengah-tengah warga sebenarnya juga sudah bukan sesuatu yang mengherankan, apalagi masa-masa warga mengalami hal serupa seperti saat ini kesulitan air.
“Karena dia datang tak seperti pejabat, kami bahkan mengenalnya sebagai “putra kampung”. Sering dulu bapak itu datang melihat langsung dan bahkan sampai memperhatikan pengairan di sawah, bukan agi sekedar air minum yang dia perhatikan dulunya,”kata boru Sinaga.
Warga menyambut kehadiran air bersih ini dengan tangan terbuka dan mata yang penuh syukur. Beberapa bahkan menyebut ini bukan sekadar bantuan logistik, tapi penegasan bahwa mereka tidak ditinggalkan.
Menurut tim distribusi, pembagian air masih akan dilanjutkan ke lokasi yang benar-benar kesulitan akibat kemarau panjang.
Rapidin, yang dikenal vokal di parlemen soal ketimpangan pembangunan wilayah, ditemui terpisah tak berbicara banyak.
“Kita tidak bisa membiarkan rakyat menunggu air seperti menunggu belas kasihan. Air adalah hak, bukan hadiah,” ujar Bupati Samosir periode 2015- 2020 ini. (Ambrosius Simbolon)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









