Pekanbaru, TRIBRATA TV
Polri memiliki tanggungjawab yang besar demi terciptanya pilkada yang damai dan kondusif, tentunya polisi tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan itu, sehingga perlu peran serta dan partisipasi semua pihak dan elemen masyarakat termasuk para guru agama demi memenuhi harapan kita semua, yakni pilkada yang damai.
Demikian disampaikan Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto yang menjadi narasumber kegiatan penguatan moderasi beragama yang ditaja FKUB Provinsi Riau, Kamis (12/9/2024).
Kegiatan ini juga dihadiri Kemenag Provinsi Riau, FKUB Provinsi Riau, FKUB Kota Pekanbaru, Akademisi dari Universitas UIN Suska serta para guru agama dari Kota Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan, serta guru agama berbagai SMA/SMK serta Pondok Pesantren di kota Pekanbaru.
Henky menerangkan Operasi Mantap Praja 2024 yang tengah dilaksanakan jajaran Polri saat ini adalah untuk mengamankan seluruh tahapan pilkada sampai dengan pelantikan kepala daerah terpilih nantinya.
Menurutnya dengan penguatan moderasi beragama, maka akan tercipta masyarakat yang harmoni, rukun dan damai sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Begitu juga melalui cooling system yang dilaksanakan oleh Polri saat ini dengan pendekatan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, diharapkan selama perhelatan pilkada tidak ada ujaran kebencian, politik identitas, berita hoax, hasutan, fitnah, gunjingan terhadap siapapun pasangan calon kepala daerah yang berkontestasi dalam pilkada.
Ia pun menitip pesan agar para guru agama pada sekolah maupun pesantren dapat menyampaikan kepada siswa/peserta didiknya yang sudah memiliki hak pilih untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam pilkada, yakni dengan pemilih yang menolak politik uang, pemilih yang tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu serta pemberitaan hoaks.
Bila nantinya tanggal 27 November 2024 hadir memilih adalah merupakan pilihan yang bebas sesuai hati nurani masing-masing, mendasari yakin terhadap visi dan misi yang dimiliki bapaslon pilihannya.
Pada kesempatan dalam forum tersebut, Henky juga menegaskan bahwa Polri berkomitmen bersikap netral selama pilkada, tidak memihak kepada siapapun, dan tidak berpolitik praktis.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









