Bantul, TRIBRATA TV
Warga Dusun Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat manusia dan sebuah tengkorak di aliran Sungai Bedog, Senin (11/5/2026) siang.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB. Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengatakan personel Polsek Pajangan langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Peristiwa itu bermula saat seorang pelajar bernama Endri Widiatmoko sedang memancing di kawasan Sungai Bedog. Saat berada di sekitar aliran sungai, saksi melihat sebuah celana berwarna gelap tersangkut di tumpukan sampah.
Karena merasa curiga, saksi kemudian mendekati lokasi tersebut. Namun, ia terkejut setelah menemukan sesosok mayat dalam kondisi membusuk di balik celana itu.
“Saksi kemudian pulang memberitahu saksi lain dan melaporkannya ke dukuh setempat, yang kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Sendangsari,” ujar Rita dalam keterangannya, Senin sore.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Unit Inafis Polres Bantul, petugas Puskesmas Pajangan, relawan PMI, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat proses identifikasi berlangsung, petugas kembali menemukan bagian tubuh manusia lain berupa tengkorak yang berada sekitar tiga meter dari lokasi penemuan mayat pertama. Tengkorak tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup lumut dan tanpa bagian tubuh lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Pajangan, mayat pertama diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga minggu lalu. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut hingga sebagian besar tinggal tulang belulang.
Petugas juga menemukan sedikit sisa jaringan pada bagian punggung atas dan telapak kaki korban. Selain itu, tulang tangan kiri korban dilaporkan sudah hilang.
Sementara itu, temuan kedua berupa tengkorak manusia diperkirakan berasal dari korban yang telah meninggal dunia sejak beberapa bulan lalu. Dugaan tersebut didasarkan pada kondisi tengkorak yang telah tertutup lumut dan terpisah dari bagian tubuh lainnya.
Hingga kini, identitas kedua jasad tersebut masih belum diketahui. Polisi menyebut keduanya masih berstatus Mr. X sambil menunggu hasil pemeriksaan forensik.
Kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban maupun penyebab pasti kematian.
“Saat ini, kedua jenazah tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan forensik dan identifikasi lebih lanjut guna mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban,” kata Rita.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















