Medan, TRIBRATA TV
Pembuatan drainase di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun Linkungan VIII terkesan asal jadi. Proyek senilai Rp141.681.000 yang berasal dari Dana Kelurahan sepanjang 130 meter diduga dikerjakan tidak sesuai dengan RAB.
Tampak cor’an beton yang dibuat untuk drainase itu terkesan mudah hancur. Pasalnya pada hari Jum’at malam (8/4/2022), saat salah satu mobil warga melintas di area tersebut, beberapa penutup drainase itu tiba tiba patah dan hancur.
Diduga penyebabnya adalah kurangnya besi pendukung yang berada di dalam cor’an penutup drainase. Padahal dengan dana yang sebesar itu, kualitas penutup drainase mampu menahan beban mobil yang melintas.
Selain itu ternyata drainase sepanjang 30 meter lebih itu tidak mengalirkan air buangan. Tampak drainase itu hanya menampung air tanpa dialirkan sebagaimana mestinya.
Menurut AT, seorang warga setempat, pembangunan drainase itu buruk karena tidak mengalirkan air. “Jauh lebih baik drainase sebelumnya karena air masih bisa mengalir,” ujarnya, Jumat (8/4/2022).
Informasi yang didapat proyek inipun seharusnya dikerjakan sepanjang 220 meter namun di lapangan menjadi 130 meter saja.
Saat dihubungi awak media, Jumat (8/4/2022) melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, kontraktor selaku pelaksana proyek itu pun tidak merespon dan terkesan mengabaikannya.
Warga pun berharap Walikota Medan Bobby Nasution mendengarkan keluhan mereka dan datang meninjau langsung pengerjaan proyek tersebut. (ubai)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









