Warga Kecamatan Sandai Ketapang Minta Truk Angkutan Babi Potong Cari Jalur Alternatif

- Editorial Team

Sabtu, 10 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketapang, TRIBRATA TV

Warga Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang, Kalbar memprotes pengangkutan Babi potong yang melintas di wilayah mereka. Hal ini karena bau busuk dan air rembesan yang ditimbulkan dari truk pengangkut Babi.

Camat Sandai, Markus mengatakan pihaknya telah menerima keluhan masyarakat akan hal itu.

“Kami telah menerima keluhan masyarakat Kecamatan Sandai terkait adanya angkutan Babi dari Bali menuju Pontianak yang melewati wilayah ini,” ucapnya, Kamis (8/6/2023).

Ia minta agar sejumlah truck angkutan Babi potong yang melintasi jalan trans Kalimantan Kecamatan Sandai untuk mencari jalur alternatif lain.

BACA JUGA  Ungkap Kasus Narkoba, Kapolsek Marau Terima Penghargaan dari Kapolres Ketapang

Bahkan, protes warga itu sempat berujung aksi penghadangan truk di Kecamatan Sandai.

Markus meminta kepada pemerintah khususnya lembaga terkait untuk dapat melihat dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

“Jelas menganggu masyarakat dan pengguna jalan. Mereka terganggu dengan aroma yang ditimbulkan dari pengangkutan tersebut kemudian, sepanjang perjalanan angkutan tersebut disiram terus sehingga kotoran airnya membuat ketidaknyamanan bagi masyarakat yang dilewati disepanjang jalur Tayap – Sandai dan seterusnya,” katanya

Ia berharap agar pemerintah khususnya dinas terkait maupun pengusaha dapat mencari jalur alternatif lain mengangkut hewan Babi potong untuk menghindari adanya gesekan dan keresahan di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Gelar Rakercab, DPC Gerindra Bengkayang Yakin Memenangkan Pemilu 2024

“Kami minta kepada pengusaha untuk dicarikan alternatif supaya tidak merugikan salah satu pihak, baik pengusaha maupun masyarakat sehingga tidak rasa yang tidak nyaman diantara kita,” tegasnya

Sementara itu Ketua MUI Kecamatan Sandai Uti Kusairi, mengatakan angkutan Babi yang lewat meninggalkan air rembesan dan kotoran di sepanjang jalan yang dilintasi.

“Nah ini yang kita takutkan, terkena rumah ibadah yang berada di pinggir jalan, kita wanti – wanti saja karena takutnya terkena,” ujarnya. (asmun)

BACA JUGA  Aliansi Masyarakat Dayak Kalbar Gelar Aksi Demo Desak Segera Tangkap Rocky Gerung

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Meriahkan HUT Kubu Raya, Murid TK Pembina 2 Berpakaian Adat
SPBU 63.785.001 Balai Batang Ketat dalam Aturan Penjualan BBM
BP3MI Kalimantan Barat Fasilitasi Pemulangan dan Pendampingan PMI Asal Sanggau
Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Komitmen Jaga Kondusifitas Wilayah
Terima Aduan Masyarakat, Polsek Tayan Hulu Beri Peringatan Tegas pada Pelaku PETI
Sapu Bersih, Empat Prajurit Yonif TP 833/Bumi Daranante Raih Medali Emas di Lomba Tinju Besantak Series
Cegah Karhutla Meluas, Polsek Noyan Cek 8 Titik Hotspot di Sejumlah Desa
Bupati Sanggau Tutup Gawai Nosu Minupodi XXII

Berita Lainnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:08 WIB

Meriahkan HUT Kubu Raya, Murid TK Pembina 2 Berpakaian Adat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:14 WIB

SPBU 63.785.001 Balai Batang Ketat dalam Aturan Penjualan BBM

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:20 WIB

BP3MI Kalimantan Barat Fasilitasi Pemulangan dan Pendampingan PMI Asal Sanggau

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:08 WIB

Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Komitmen Jaga Kondusifitas Wilayah

Senin, 13 Juli 2026 - 07:01 WIB

Terima Aduan Masyarakat, Polsek Tayan Hulu Beri Peringatan Tegas pada Pelaku PETI

Berita Terbaru