Dari Agrowisata Durian ke Lubang Tambang? Warga Banjaroyo Resah

Izin Wisata Diduga Berubah Jadi Penggalian Material

- Editorial Team

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kulon Progo, TRIBRATA TV

Rencana pembangunan agrowisata durian di wilayah Banjaroyo, Kalibawang Kabupaten Kulon Progo justru memicu keresahan warga. Alih-alih melihat kebun durian dan fasilitas wisata, warga kini dihadapkan pada tebing curam bekas penggalian material yang dinilai berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan izin awal yang diajukan adalah pembangunan agrowisata durian oleh PT Manorama Diptaka Saraja. Konsepnya digadang-gadang sebagai destinasi wisata berbasis perkebunan yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Namun praktik di lapangan disebut berbeda dari rencana awal.

Warga mendapati aktivitas penggalian tanah dan batu dalam skala besar di lokasi tersebut. Material hasil galian diduga diperjualbelikan, dengan kegiatan operasional yang disebut-sebut melibatkan PT POS.

BACA JUGA  Karena Pandemi, Pelaku Usaha Wisata di Raja Ampat Terancam Gulung Tikar

Aktivitas ini meninggalkan lubang galian dan tebing curam di area yang sebelumnya direncanakan sebagai kawasan wisata.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru. Selain lahan yang terlihat terbengkalai, sejumlah titik galian disebut belum direklamasi. Jika dibiarkan, warga menilai kondisi tersebut berpotensi memicu longsor, terutama saat musim hujan.

Isu ini bahkan telah sampai ke tingkat pemerintah daerah. Beberapa waktu lalu DPRD DIY turun langsung meninjau lokasi dan meminta pengelola bertanggung jawab terhadap kondisi lahan. Dewan menekankan pentingnya reklamasi segera dilakukan sebelum situasi membahayakan warga sekitar.

BACA JUGA  Pemkot Yogyakarta Tegaskan Parkir Dobel di Malioboro Merupakan Parkir Liar

Yang menjadi perhatian, masa izin kegiatan tersebut dikabarkan akan berakhir pada Mei 2026. Warga pun mempertanyakan komitmen pengelola: apakah kawasan ini benar-benar akan diwujudkan sebagai agrowisata seperti yang dijanjikan, atau justru hanya menjadi lokasi penggalian material berkedok pengembangan wisata.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan audit menyeluruh terhadap izin dan aktivitas di lokasi tersebut.

Transparansi dinilai penting agar tidak terjadi penyalahgunaan izin yang berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan.

Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola terkait dugaan perbedaan antara rencana agrowisata dan aktivitas penggalian material di lapangan.

BACA JUGA  Wisata Dakwah Mempererat Silaturahmi

Agrowisata yang belum terwujud… atau tambang berkedok wisata? Waktu dan penelusuran lebih lanjut akan menjawabnya.(Didik)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
Kapolres Lhokseumawe Hadiri Pisah Sambut Dandim 0103/Aceh Utara, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WIB

Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Berita Terbaru

Hukum

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:20 WIB