Gubernur Sulut Soroti Relokasi dan Pemulihan Psikologis Korban Bencana

- Editorial Team

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sitaro, TRIBRATA TV

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, menegaskan perlunya penanganan khusus dan berkelanjutan terhadap wilayah terdampak bencana usai meninjau langsung kondisi di lapangan. Hal itu disampaikan saat wawancara setelah melihat titik-titik kejadian, lokasi pengungsian, serta fasilitas kesehatan yang menangani korban, Selasa (06/01/2026).

Menurut Gubernur, laporan yang diterimanya sejauh ini selaras dengan kondisi riil di lapangan. “Saya melihat kondisi yang dilaporkan dengan kondisi di lapangan sama, tidak ada kurang tidak ada ditambah,” ujarnya, menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Dari hasil peninjauan, Gubernur menilai kawasan terdampak memiliki karakter geografis yang rawan. Ia menyebut adanya celah aliran air yang berfungsi seperti sungai musiman. “Kadang ada air, kadang tidak. Tapi saat kejadian, air tiba-tiba datang dari atas dengan sangat deras,” kata Yulius.

Fenomena tersebut, lanjutnya, menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk memikirkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang dinilai perlu dipertimbangkan adalah relokasi warga ke lokasi yang lebih aman dari ancaman serupa di masa depan.

BACA JUGA  Sitaro Jadi Kabupaten Keempat di Sulut Bentuk Posbakum, Glend Makanoneng Tegaskan Akses Keadilan Kini Menjangkau Desa dan Kelurahan

TONTON VIDEONYA:


“Kalau saya melihat di lokasi ini, ke depan perlu ada relokasi dan mencari tempat yang lebih aman,” tegas Gubernur, sembari menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

Selain meninjau lokasi kejadian, Gubernur juga mengunjungi tempat pengungsian yang berada di gereja dan museum. Ia memastikan kondisi para pengungsi dalam keadaan baik dan terpantau oleh petugas.

“Masyarakat yang diungsikan semuanya sehat dan terjaga,” ungkapnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aspek kesehatan mental tidak boleh diabaikan.

Trauma, menurut Gubernur, masih dirasakan oleh kelompok rentan seperti orang tua dan anak-anak. “Trauma itu memang masih ada, terutama kepada orang-orang tua dan anak-anak kecil,” katanya.

Ia menilai pemulihan psikologis sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Pemerintah daerah diminta untuk menghadirkan pendampingan agar warga tidak berlarut-larut dalam rasa takut dan kecemasan.

Perhatian khusus juga diarahkan pada anak-anak usia sekolah. Gubernur mengingatkan agar proses pendidikan mereka tidak terhambat akibat bencana.

BACA JUGA  Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sitaro

“Mereka yang harus sekolah juga kita harus pikirkan. Tidak boleh mereka terlalu lama terjebak dalam peristiwa ini,” ujar Yulius, seraya meminta bupati setempat untuk aktif mensuport dan mengurus kebutuhan pendidikan para siswa terdampak.

Di sektor kesehatan, Gubernur meninjau langsung pelayanan di Puskesmas. Ia mencatat terdapat sekitar 15 pasien yang sedang dirawat akibat dampak bencana.

“Rata-rata mereka terendam, terbentur, dan terbawa arus. Ini sangat memprihatinkan,” tuturnya, menggambarkan kondisi luka-luka yang dialami para korban.

Gubernur berharap perawatan intensif dari dokter dan perawat, didukung ketersediaan obat-obatan, dapat mempercepat proses pemulihan para pasien.

Ia juga menyampaikan bahwa dua pasien telah dirujuk ke Manado karena membutuhkan penanganan lanjutan. “Kalau di sini tidak bisa diatasi, maka dirujuk ke Manado,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa secara umum kondisi pasien yang ada masih dapat ditangani oleh tim medis di Puskesmas setempat.

BACA JUGA  FOPG 2026 Resmi Dibuka, Pemuda GMIST Didorong Perkuat Persaudaraan Melalui Olahraga

Di tengah upaya penanganan tersebut, cuaca ekstrem masih menjadi tantangan. Hingga sore hari, hujan dan angin kencang disertai pemadaman listrik masih terjadi di beberapa titik.

Menyikapi hal itu, Gubernur mengaku telah mengingatkan PLN untuk segera membantu penyediaan genset di lokasi-lokasi yang terdampak pemadaman. “Saya berharap ini segera berlalu,” pungkas Yulius, menutup wawancara dengan harapan pemulihan berjalan cepat dan menyeluruh. (Jemi Lahutung)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Berita Terbaru