Panen Jagung, Warga Desa Duarto Gelar Ritual Adat Paol Sau

- Editorial Team

Minggu, 7 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, TRIBRATA TV

Masyarakat Desa Duarato Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu, NTT menggelar ritual adat Sera Mot atau disebut acara akbar Paol Sau (panen awal hasil pertanian jagung) saat panen Jagung, Sabtu (6/4/2024).

“Ritual ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun diwariskan oleh leluhur kepada generasi kita hingga saat ini dan diadakan tiga tahun sekali,” kata Kepala Desa Duarato, Gregorius Mau Bere.

Menurutnya ritual Paol Sau (Serah Mot) dilakukan melalui prosesi adat menuju ke Sadan Mot oleh tua adat atau imam suku yang dikkut oleh kaum laki-laki di dalam desa untuk mempersembahkan hasil kebun kepada Tuhan, alam dan leluhur.

Untuk mengawali musim panen warga memulainya dengan syukuran akbar selanjutnya masing-masing orang (laki-laki) mengambil lima bulir jagung yang layak dan terbaik untuk dipersembahkan di Bukit Taebere Holsa.

Para imam suku mewakili anggota sukunya membawa hasil jagung tersebut ke puncak Bukit Taebere Holsa sebagai bahan persembahan kepada Tuhan, alam dan leluhur.

BACA JUGA  Bupati Sanggau Tutup Gawai Nosu Minupodi XXII

“Ritual adat yang kita lakukan adalah tradisi Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik yakni doa secara adat setelah itu ditutup dengan doa Gereja Katolik yang menandakan bahwa segala ritual yang dibuat di Perjanjian Lama disempurnakan dengan kurban Kristus pada Perjanjian Baru, hal ini diterima oleh gereja Katolik dengan istilah “Inkulturasi”. Doa adat dan doa dari gereja Katolik itu didaraskan bersama-sama yang menandakan bahwa masyarakat telah melaksanakan tradisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan selaku Pemerintah Desa sangat mendukung dan kedepannya semua tradisi yang ada di desanya akan diaktifkan agar budaya Duarato itu tetap terpelihara dan lestari.

Pada kesempatan tersebut Yosef Mau Leon, Nai (Raja) Duarato mengungkapkan tradisi ritual adat ini sudah dilakukan oleh leluhur orang Duarato sejak turun temurun, oleh karena itu sebagai generasi penerus akan terus lestarikan budaya ini.

BACA JUGA  Satgas KPH LHK Sumut Dituding Lalai Awasi Perambah Hutan

“Saya sebagai Nai (Raja) Duarato bersama Fetor dan tisian taknean (jajaran dalam strata adat) dan pemerintah desa untuk tetap lestarikan budaya-budaya leluhur yang diwariskan kepada kita, karena setiap ritual adat yang kita buat mempunyai makna tersendiri,” katanya.

Disampaikannya sebelum kegiatan hari ini tadi malam sudah dilaksanakan ritual adat mohon kehadiran leluhur dari Duarato yang dilakukan oleh Suku Loeabau Reu Lako sebagai Koso Jobel Gomo (pemilik tumbuhan dan tanaman), dan yang dipersembahkan hari ini adalah hasil panen yang terbaik yang diambil dari kebun para petani.

Nai Duarato juga menyampaikan tradisi adat dan budaya yang ada di Duarato telah diakui oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Tradisi adat dan budaya yang ada di Desa Duarato ini telah diakui oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat oleh karena itu untuk mendukung tradisi budaya yang ada saya menghimbau kepada masyarakat Duarato untuk dapat mengunakan bahasa Bunaq yang benar, berbusana adat yang sesuai, memiliki tata krama yang baik, sehingga pengakuan dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat ini tetap terjaga,” pungkas Nai Duarato.

BACA JUGA  Pemkab Belu Salurkan 6.000 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

Untuk diketahui kegiatan ritual adat Paol Sau (Sera Mot) ini dilaksanakan sebagai ucapan syukur atas hasil panenan kebun yang melimpah bagi para petani yang ada di Desa Duarato.

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
Kapolres Lhokseumawe Hadiri Pisah Sambut Dandim 0103/Aceh Utara, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Nasir Nurdin Nyatakan Siap Maju Kembali sebagai Ketua PWI Aceh Periode 2026–2031
Mahasiswa Universitas Ibrahimmy Genteng KKN di Desa Srateng Cluring

Berita Lainnya

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WIB

Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:26 WIB

Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:10 WIB

15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026

Berita Terbaru