Yogyakarta,TRIBRATA.TV — Seorang pria berinisial MF (38) ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di kawasan Karanganyar, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Minggu (5/7/2026) pagi. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Kapolsek Mergangsan AKP Anar Fuadi, S.H., M.IP. mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Minggu pagi. Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Mergangsan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan, kami segera menuju lokasi bersama tim untuk melakukan pemeriksaan awal dan memastikan kondisi di lapangan,” kata AKP Anar Fuadi.
Selanjutnya, Tim Inafis Polresta Yogyakarta bersama petugas PSC Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Anar.
Sementara itu, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan awal. Keluarga juga memilih untuk segera memakamkan jenazah.
Meski proses penanganan telah selesai dilakukan, AKP Anar menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat agar semakin peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya.
Menurut dia, tekanan hidup, persoalan ekonomi, hingga berbagai persoalan sosial dapat menjadi beban berat bagi sebagian orang apabila tidak dihadapi dengan dukungan dari lingkungan terdekat.
“Mari kita lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar kita. Bangun komunikasi yang hangat di dalam keluarga, jadilah pendengar yang baik, dan jangan ragu memberikan perhatian kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, budaya saling menyapa, mendengarkan, dan membuka ruang dialog dapat menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membantu mereka yang sedang menghadapi tekanan.
“Kepedulian dari keluarga, tetangga, maupun teman sangat berarti. Jangan biarkan seseorang menghadapi persoalannya seorang diri,” ujar AKP Anar.
Polisi berharap masyarakat tidak ragu mencari bantuan kepada keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, atau layanan profesional apabila menghadapi tekanan psikologis yang dirasakan semakin berat.
Peristiwa di Mergangsan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mental merupakan tanggung jawab bersama. Selain penanganan hukum yang telah dilaksanakan sesuai prosedur, dukungan sosial dan komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga maupun masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan terjadinya peristiwa serupa.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















