Sitaro, TRIBRATA TV
Di tengah puing-puing harapan yang tersisa pasca erupsi Gunung Ruang, secercah optimisme muncul lewat kehadiran Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, yang turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi bantuan stimulan perbaikan rumah. Bertempat di GMIST Nazaret Bahoi, Tagulandang, Jumat (4/7/2025), pemerintah daerah kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dan bekerja bagi warganya yang terdampak langsung oleh bencana alam.
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi menjadi pengingat bahwa ribuan warga masih berjuang pulih dari trauma dan kerusakan fisik akibat letusan gunung api beberapa bulan silam. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab, sekaligus memastikan bahwa proses ini berjalan secara transparan dan berkeadilan,” ujar Bupati Chyntia dalam sambutannya.
Data resmi mencatat sebanyak 1.950 Kepala Keluarga (KK) telah ditetapkan sebagai penerima bantuan stimulan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari jumlah itu, 1.772 rumah dikategorikan rusak ringan dan 178 rumah rusak sedang. Namun, upaya pendebetan dana masih menemui sejumlah hambatan teknis di lapangan.
Bantuan ini diharapkan menjadi awal dari proses pemulihan jangka panjang. Kepala BPBD Sitaro, Joickson Sagune, mengungkapkan bahwa penyaluran dana melibatkan kerja sama dengan Bank Mandiri dan menggunakan sistem digital. “Kendala teknis masih ditemui, tapi kami berkomitmen untuk menuntaskan ini sesuai petunjuk pelaksanaan yang berlaku,” ungkapnya.
Sejauh ini, tahap pertama penyaluran telah menjangkau 615 KK dari kategori rusak ringan di wilayah Bahoi, Balehumara, dan Barangka Pehe. Namun masih ada ratusan lainnya yang belum menerima, menanti giliran mereka dengan penuh harap. Pihak Bank Mandiri dijadwalkan akan segera melanjutkan penyaluran ke Tagulandang dalam waktu dekat.
Pemerintah pun terus mengimbau warga untuk tidak terjebak dalam kegelisahan. “Kami tahu masyarakat ingin segera membangun kembali rumah mereka, tapi bantuan negara tidak bisa disalurkan secara sembarangan. Ada prosedur ketat yang harus diikuti,” kata Sagune tegas.
Di tengah kesabaran yang terus diuji, warga Tagulandang menaruh kepercayaan mereka pada pemerintah. Mereka tidak hanya menanti dana, tapi juga menanti kepastian dan kepedulian. Bagi mereka, setiap rupiah bantuan adalah harapan baru untuk kembali berdiri di atas tanah kelahiran sendiri.
Sembari proses terus berjalan, pemerintah daerah memastikan akan tetap mengawal setiap tahapan hingga bantuan benar-benar sampai di tangan yang tepat. “Kita tidak sekadar menyalurkan uang, tapi juga membangun kembali rasa aman dan masa depan,” tutup Bupati Chyntia, penuh keyakinan. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









