Breaking News: Mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid Tutup Usia

- Editorial Team

Rabu, 3 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balikpapan, TRIBRATA TV

Mantan Wali Kota Balikpapan, Imdaad Hamid meninggal dunia. Kabar duka meninggalnya Wali Kota Balikpapan yang menjabat selama dua periode yaitu 2001-2006 dan 2006-2011 tersebut diposting oleh Teguh Suwito, salah satu anggota Whatsapp Group (WAG) Wartawan Legend, Rabu (3/8/22) dinihari pukul 01.37 WITA.

“Kita semua berduka. Kita doakan beliau husnul khotimah,” timpal Rizal Effendi, mantan Wali Kota Balikpapan, yang juga menjadi anggota grup ini. “Semoga beliau diampuni seluruh dosanya; dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tambah Bambang Janu, mantan Pemimpin Redaksi Kaltim Post.

Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini, Imdaad Hamid harus berjuang dari sakitnya. Imdaad Hamid mengalami gangguan sistem saraf, atau neurologi sejak tahun 2016.

Hal inilah membuat Imdaad Hamid mengalami batuk, gangguan sulit menelan dan sulit buang air besar. Di usia Imdaad yang telah memasuki 77 tahun, kondisi kesehatannya juga mudah sekali drop. Sehingga ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tegas dan Sederhana
Imdaad Hamid memiliki nama dan gelar lengkap Imdaad Hamid, S.E. Ia lahir di Tenggarong Kaltim pada 5 Juli tahun 1944 yang berarti sekarang berusia 77 tahun. Imdaad Hamid adalah Wali Kota Balikpapan yang menjabat selama dua periode yaitu pada periode 2001 – 2006 dan periode 2006 – 2011.

BACA JUGA  Ps Kanit Reskrim Polsek Batu Sopang Gugur Saat Menindak BBM Ilegal, Diusulkan Naik Pangkat Luar Biasa

Imdaad Hamid memulai kariernya dari staf pengajar pada Universitas Mulawarman dari tahun 1967 selama 3 tahun dan kemudian ditempatkan di Bagian Tata Usaha Perhutada Kantor Gubernur Kaltim. Ia pun pindah tugas pada tahun 1971 menjadi Kepala Biro Sekretariat.

31 Januari 1986, Imdaad diangkat sebagai Kepala Biro Humas Provinsi Kaltim sampai dengan 1991. Setelah itu, Imdaad dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kotamadya Balikpapan selama kurang lebih 7 tahun.

29 September 1998 ia menjadi Asisten IV Kantor Gubernur Kaltim selama 3 tahun dan akhirnya terpilih menjadi Wali Kota Balikpapan pada tahun 2001 selama 2 periode. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia pernah menjadi Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Balikpapan dan Sekretaris Kota Balikpapan selama 10 tahun.

BACA JUGA  Bikin Film Tugas Sekolah, 3 Siswa SMK Tenggelam di Waduk Waru

Pada pemilihan umum Gubernur Kaltim yang diselenggarakan tahun 2013, Imdaad Hamid maju sebagai calon Gubernur didampingi oleh calon Wakil Gubernur Ipong Muchlissoni.

Imdaad Hamid menikah di Tenggarong dengan Aji Syarifah Fauzan Azimah Hanum dan dari pernikahan tersebut dikaruniai 4 orang anak yang di antaranya 1 orang laki-laki dan 3 orang perempuan masing-masing:
– Muhammad Dimyathie Riza (Lahir 25 September 1974)
– Mirza Imada Zulfhieqar (Lahir 9 April 1977)
– Nurfhareza Mu’thia Felayathie (Lahir 10 Desember 1989)
– Qamara Fathasya Naazila (Lahir 2 Maret 1999)

Imdaad Hamid adalah orang yang cukup aktif mengikuti berbagai pelatihan. Beberapa pelatihan yang pernah ia ikuti:
-Eco Planning di Denpasar (1971)
-Regional Project Planning di Inggris di Denpasar (1982)
-Human Recource Setlement di Bangkok (1986)
-Sespanas di Jakarta (1993-1994)

Imdaad Hamid adalah Wali kota Balikpapan yang memiliki banyak pencapaian dalam hal pelestarian lingkungan hidup di Kota Balikpapan. Ia membuat Perda No 11 tahun 2004 tentang pengelolaan Hutan Lindung Sungai Wain dan keputusan Wali Kota Balikpapan No 14 Tahun 2004 tentang pembentukan Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain.

BACA JUGA  Wakapolda Kaltim Sambut Kedatangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kebijakan tersebut penting karena Hutan Lindung Sungai Wain merupakan penghidupan utama lingkungan, penyedia sumber air Kota Balikpapan, dan penunjang beberapa industri dan perusahaan yang ada di Balikpapan.

Satu tahun setelahnya, Pemerintah Kota Balikapapan membangun Kebun Raya Balikpapan di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain sebagai hutan penelitian, ekowisata/ekoturisme, pendidikan, dan konservasi seluas hampir mencapai 30 hektare. (mul/berbagai sumber)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah Meninggal Dunia
Curi Lembu Pakai Fortuner, Panik Dikejar Warga
Jalan Radial Membara! Polisi Amankan 6 Pemuda Bersenjata Tajam Saat Tawuran
‎Periksa Jimmy Ginting, LSM Gussur Demo Kejati Sumut soal Korupsi MBG
Mahasiswa UI Siapkan Aksi ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Polisi Siaga di Bundaran HI
Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Kali Opak Berbah Sleman
‎Rektor USU Melunak, Pintu Dialog Dibuka Soal Penutupan Gereja Dalih Renovasi
Mencekam! PT Belawan Indah Diserbu Preman, Diduga Terkait Jatah Bulanan

Berita Lainnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:01 WIB

Curi Lembu Pakai Fortuner, Panik Dikejar Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:32 WIB

Jalan Radial Membara! Polisi Amankan 6 Pemuda Bersenjata Tajam Saat Tawuran

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:09 WIB

‎Periksa Jimmy Ginting, LSM Gussur Demo Kejati Sumut soal Korupsi MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:03 WIB

Mahasiswa UI Siapkan Aksi ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Polisi Siaga di Bundaran HI

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:46 WIB

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Kali Opak Berbah Sleman

Berita Terbaru