Labusel, TRIBRATA TV
Sebuah peristiwa yang penuh misteri kini tengah melanda dan menggegerkan masyarakat di Dusun Menanti, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel). Warga dibuat resah lantaran hilangnya seorang gadis muda berusia 20 tahun bernama Nurdiana secara tiba-tiba dan dalam kondisi yang dinilai sangat tidak wajar.
Nurdiana, yang diketahui sudah memiliki tunangan serta dikenal sebagai anak yang baik, penurut, dan tidak pernah bermasalah, dilaporkan menghilang secara misterius.
Berdasarkan kronologi dan berbagai kejanggalan yang terjadi, keluarga serta masyarakat menduga kuat korban berada di bawah pengaruh hipnotis atau hal-hal mistis sebelum akhirnya dibawa kabur.
Dalam wawancara dengan awak media ini pada hari Minggu, tanggal 3 Mei 2026, kedua orang tua korban, pasangan Jumali dan Nurhayani, dengan mata berkaca-kaca dan nada suara yang bergetar menegaskan bahwa Nurdiana dibawa kabur oleh laki-laki yang sama sekali bukan orang yang dikenal oleh putri mereka maupun oleh seluruh anggota keluarga besar.
Kehadiran pria tersebut di tengah kehidupan putri mereka dianggap sebagai sesuatu yang asing, datang secara tiba-tiba, dan tanpa ada benang merah hubungan atau perkenalan sebelumnya.
Kecurigaan sangat kuat muncul lantaran tingkah laku Nurdiana yang dinilai sangat tidak wajar dan bertolak belakang dengan kepribadian aslinya selama ini.

Secara logika, sangat kecil kemungkinan seorang gadis yang sudah memiliki ikatan pertunangan yang kuat serta sangat taat dan patuh kepada orang tua, tiba-tiba mau saja diajak pergi oleh laki-laki yang bahkan baru dikenal. Hal ini menjadi indikator utama bagi keluarga bahwa putri mereka saat itu tidak sedang dalam keadaan sadar sepenuhnya atau pikirannya sedang dikuasai oleh pihak lain melalui cara-cara non-medis.
Diketahui, sebelum membawa lari Nurdiana, seorang laki-laki sempat mendatangi warung milik Nurhayani, ibu Nurdiana. Di tempat itulah, laki-laki itu memperkenalkan diri bernama Yuki Adriansyah. Bahkan jauh sebelum kejadian benar-benar terjadi, terdapat keanehan yang dirasakan keluarga.
Dengan wajah yang datar dan tatapan mata yang terlihat sangat aneh, tanpa basa-basi pria itu hanya mengucapkan kalimat singkat namun sangat mengerikan, “Saya bertanggung jawab,”.
Kalimat tersebut terlontar begitu saja tanpa konteks yang jelas, seolah-olah ia sudah memiliki rencana jahat yang dipersiapkan secara matang.
Puncak dari segala misteri itu akhirnya terjadi tepat pada hari Kamis malam, tanggal 16 April 2026, sekitar pukul 23.00 WIB tengah malam. Pada saat itu, suasana di lingkungan rumah sedang tenang dan seluruh anggota keluarga sedang beristirahat. Namun tanpa diduga, Nurdiana menghilang begitu saja dari kediamannya.
Pintu rumah tidak terdengar bunyi, tidak ada suara keributan ataupun teriakan minta tolong, seolah-olah kepergiannya dilakukan dalam keadaan yang sangat pasif dan tanpa melakukan perlawanan sama sekali.
Merasakan ada yang tidak beres, keluarga segera melakukan berbagai upaya penelusuran. Informasi yang berhasil dihimpun mengarah ke wilayah Konsesi Pengarungan, Kecamatan Torgamba, yang disebut-sebut sebagai tempat asal Yuki Adriansyah.
Berdasarkan keterangan warga, ayah kandung pelaku bernama Husni diketahui tinggal di wilayah tersebut. Namun, saat Nurhayani mendatangi rumah Husni, pria tersebut justru mengaku tidak tahu-menahu dan berkilah tidak mengetahui keberadaan anaknya sendiri. Jawaban yang terkesan menghindar ini semakin memperkuat dugaan adanya upaya saling menutupi agar pelaku tidak bisa ditemukan.
Setelah menghilang selama beberapa hari, pada Selasa, tanggal 21 April 2026, Nurdiana sempat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi Messenger kepada ibunya yang mengabarkan bahwa dirinya berada di wilayah Binjai bersama Yuki.
Namun tak berselang lama, pesan itu langsung dihapus secara otomatis atau ditarik kembali. Tindakan menghapus jejak komunikasi secara cepat ini menjadi bukti nyata bahwa Nurdiana saat ini berada dalam pengawasan yang sangat ketat, sedang tertekan, dan tidak memiliki otoritas atas alat komunikasinya sendiri untuk bicara jujur dan terbuka.
Kondisi ini kian memprihatinkan setelah ditemukan sebuah video di aplikasi TikTok dengan nama akun @Aisahputri6066 yang tayang pada Rabu, 29 April 2026. Dalam video tersebut terlihat sosok yang sangat mirip dengan Nurdiana, namun wajahnya sengaja ditutup dengan emoji. Penemuan video ini semakin mempertegas adanya upaya sistematis untuk membatasi ruang gerak dan kebebasan korban agar tidak bisa dikenali dengan jelas.
“Anak kami tidak mungkin mau pergi dengan orang yang tidak dikenalnya, apalagi dia sudah punya tunangan. Kami sangat yakin anak kami kena hipnotis. Kami sangat khawatir sekali dengan keselamatan nyawa dan kesucian anak kami saat ini,” ungkap Jumali dan Nurhayani dengan nada bergetar di kediamannya di Pinang Awan.
Keluarga menaruh harapan besar kepada jajaran Polsek Torgamba dan terutama kepada Polres Labuhanbatu Selatan. Mengingat rekam jejak Polres Labuhanbatu Selatan yang selama ini dikenal sangat peduli dan tegas dalam menegakkan keadilan, keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera melakukan tindakan nyata.
Melalui audit digital forensic untuk melacak lokasi terakhir korban serta mengamankan bukti-bukti digital, diharapkan kasus ini dapat diusut tuntas. Keluarga yakin, dengan kepedulian tinggi dari Polres Labusel, Nurdiana dapat segera diselamatkan dan pelaku Yuki Adriansyah ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Laporan:
Abner Hasan Pasaribu
TRIBRATA TV Labuhanbatu Selatan
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









