Labuhanbatu Selatan, TRIBRATA TV
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menggelar penjaringan calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC). Kegiatan ini disertai pendidikan kader, uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) hingga aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat.
Sebanyak 35 peserta dari tujuh PAC turut ambil bagian dalam proses seleksi yang ketat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Labusel, Muhammad Hasir mengatakan proses ini bukan sekadar formalitas struktural melainkan bagian dari upaya membangun kepemimpinan partai yang kuat, berintegritas dan berani.
“Kami tidak mencari pemimpin yang hanya sekadar memenuhi syarat.Kami mencari pejuang sejati, kader yang mampu memimpin dengan hati dan bertindak dengan integritas,”ujar Hasir kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan dari lima kecamatan di Labusel terdapat tujuh PAC yang mengikuti proses penjaringan karena Kecamatan Torgamba dan Kampung Rakyat dibagi menjadi dua PAC. Seluruh berkas 35 calon telah diserahkan ke DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme partai.
Dalam arahannya, Hasir yang akrab disapa Marhan menyampaikan pesan kepada seluruh kader agar tidak kehilangan keberanian dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Dikatakannya partai harus menjadi alat perjuangan, bukan sekadar kendaraan politik.
“Jangan takut untuk bersuara lantang demi rakyat. Berbicara keras demi rakyat. Tidak gentar berhadapan dengan kekuasaan jika itu untuk kebaikan bangsa,”ujarnya.
Menurut Marhan proses uji kepatutan dan kelayakan merupakan bagian dari strategi besar dalam memperkuat struktur partai secara menyeluruh. Kepemimpinan di tingkat PAC, menurutnya adalah ujung tombak perjuangan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Menghidupkan mesin partai di setiap PAC, memastikan setiap pimpinan di tingkat kecamatan menjadi garda terdepan perjuangan rakyat bukan sekadar tukang politik yang mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan pembagian takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai gotong royong yang menjadi ruh perjuangan PDI Perjuangan.
“PDI Perjuangan bukan partai yang bisa dibeli. Labuhanbatu Selatan bukan tempat bagi politisi pengecut. Kami membutuhkan pemimpin yang kuat dan berani bertarung demi pemberdayaan rakyat. PDI Perjuangan lahir dari rakyat dan akan terus berjuang untuk rakyat,” tegasnya. (Jhon Pitra)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









