Asahan, TRIBRATA TV
DP (24) warga Nagori Marihat Mayang Kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun tewas usai diamuk massa karena dituduh melakukan pencurian.
Mirisnya, tindakan penganiayaan tanpa didasari bukti itu justru disebut-sebut terjadi atas ijin Kepala Desa dan juga disaksikan sejumlah tetua kampung.
“Kejadiannya Kamis 4 Juni 2026 kemaren bang, habis maghrib, di Kampungku. Polisi datang hampir jam 12. Dia (korban) pas dibawa masih hidup. Tapi pas di jalan entah udah sampe Polsek, ninggal,” ucap sumber, Sabtu (20/06/26).
Kronologi versi Masyarakat
Melalui sambungan telepon, sumber pun menceritakan kisah memilukan itu. Ia menyebut, 2 malam sebelum kejadian, Selasa (02/06/2026) subuh, korban disebut sempat masuk ke dalam rumah salah seorang warga, bernama Yus Situmorang, hendak melakukan pencurian.
Saat itu, aksi korban dipergoki langsung Yus Situmorang. Meski berhasil kabur, namun satu unit sepeda motor miliknya, Yamaha N-Max masih tertinggal di lokasi.
2 hari berselang, korban kembali ke lokasi, bermaksud untuk mengambil sepeda motornya.
Diduga sudah ditunggu oleh penghuni rumah dibantu warga, korban pun tertangkap dan selanjutnya dianiaya beramai-ramai.
“Yang mukul, yang punya rumah bang, si Yus Situmorang. Tapi kalo soal dia memang mau nyuri atau tidak, gak tau juga bang. Karena pas dia ketangkap, gak ada hasil curian,” ungkap sumber, warga Desa Silau Jawa Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.
“Bantu lah bang. Kasihan keluarga korban. Menurutku, kuat dugaan kasus ini mau dibawa diam. Kejadian tanggal 4 kemaren, tapi baru semalam kuliat diproses orang itu di Polsek. Kudengar Kades sama Kadus IX diperiksa Polsek,” timpalnya mengakhiri.
Jeritan Minta Ampun Diabaikan Massa
Dalam video singkat berdurasi 7 detik yang dikirimkan sumber, terdengar jeritan pilu memohon ampun korban kepada massa yang menganiayanya.
Namun permintaan itu tak menghentikan aksi keji para pelaku. Mereka justru melanjutkan penganiayaan dengan cara menendang ke arah wajah dan tubuh korban.
Bahkan disebut sumber, meski tidak terlihat dalam rekaman video itu, salah satu pelaku penganiayaan menyulutkan rokok hingga membuat korban berulang kali menjerit kesakitan.
“Ngeri kali lah bang. Rame yang liat. Dia (korban) diikat trus dipukuli rame-rame di tengah jalan gitu,” beber sumber usai mengirim rekaman video.
Kades dan Kapolsek Kompak Bungkam
Terpisah, hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, baik Kepala Desa Silau Jawa, Asriaman Sitorus maupun Kapolsek Bandar Pasir Mandoge, AKP Erlyanto SH tak menggubris konfirmasi yang dikirimkan.
Begitu juga dengan Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SIK. Disinggung apakah dirinya sudah mengetahui kejadian itu, melalui pesan Whatsapp, sekiranya pukul 17.09 WIB, mantan Kapolres Nias ini hanya mengirim caption bergambar ucapan terimakasih.
Masyarakat menaruh kepercayaan kepada Polres Asahan untuk bisa mengungkapkan fakta sebenarnya di balik kasus ini. (Gondrong)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









