Sitaro, TRIBRATA TV
Pemantapan dan persiapan gelar Adat Tulude Kabupaten Kepulauan Sitaro dirapatkan di Media Center Aula Kantor Bupati Sitaro, dipimpin Ketua Majelis Pemangku Adat, Asisten Administrasi Umum Sekda, dr. Semuel E. Raule, M.Kes, Ondong, pada Kamis (1/2/2024).
Tulude berasal dari bahasa Sitaro, Sangihe dan Talaud dari kata “Manulude” yang artinya “menolak”. Dahulu, upacara adat Tulude dilaksanakan pada tanggal 31 Desember, malam saat pergantian tahun.
Pada awalnya Tulude tersebut digambarkan sebuah media perahu kecil terbuat dari kayu (tatolang) ditolak/dilepaskan ke tengah laut yang disertai dengan kata-kata atau ucapan berbentuk doa.
Dari sisi lain ucapan kalimat yang sangat dalam tersebut menyiratkan bahwa segala sesuatu yang buruk telah dilepaskan ke tengah laut dan telah meninggalkan kehidupan manusia, dengan kata lain yaitu sebagai penolak bala.
Masyarakat etnis Siau, Tagulandang Biaro, Sangihe dan Talaud bukan hanya merayakan upacara ini di daerah mereka, akan tetapi sampai di daerah-daerah perantauan. Maksud dan tujuan pelaksanaan upacara ini yaitu sebagai media bersyukur pada Tuhan YME atas anugerah kehidupan di tahun yang lalu dan menerima kehidupan di tahun yang baru serta selalu meminta berkat dari Tuhan.
Semangat dan kesigapan dari panitia Gelar Adat Tulude Ini terus dipacu melalui rapat atau konsultasi dan pastinya harus didukung dari semua stakeholder dan tidak kalah penting lagi suksesnya pagelaran yang akan ditampilkan nanti maka tujuan dari acara ini sangat dibutuhkan.
Dalam agenda rapat tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda memimpin dialog bersama untuk menyusun agenda dan mendiskusikan berbagai aspek pelaksanaan gelar adat Tulude, sehingga nantinya semua boleh berjalan dengan lancar dan sukses.
Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan Majelis Pemangku Adat pun menuturkan kegiatan yang akan dilaksanakan di Taman Pala Pemkab Sitaro diputuskan digelar pada tanggal 7 February 2024.
Mengenai keputusan untuk pelaksanaan ritual proses pembuatan Kue Adat Tamo Wanua, Sekda mengatakan, “rencananya proses acara Ritual pembuatan Kue Adat Tamo Wanua akan dilaksanakan hari Senin 5 February 2024”.
Ketua Majelis Pemangku Adat Daerah (MPAD) Kepulauan Sitaro, dr. Semuel Raule memastikan semua perangkat, baik petugas maupun ornamen pendukung sudah disiapkan jelang Tulude.
“Adapun Tema yang di ambil pada acara Gelar Adat Tulude tersebut yaitu, “Sitaro Berkembang Bersama,”Tutupnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









