Sitaro, TRIBRATA TV
Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh, didampingi Sekretaris Daerah Drs. Denny Kondo, M.Si, dan Kepala Pelaksana BPBD Sitaro Joickson Sagune, menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada ratusan korban terdampak erupsi Gunung Ruang.
Acara penyerahan ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia serta sejumlah pejabat lokal, berlangsung di Rusunawa Sagerat, Bitung.
Sebanyak 282 buku tabungan dan kartu ATM diserahkan kepada para korban, sebagai simbol dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Kabupaten Sitaro dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang bertujuan untuk memberikan keringanan bagi para korban agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tunggu hunian tetap.
Sonny Belseran, S.H., Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Sitaro, menjelaskan bahwa DTH yang diberikan ini bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB. “Kami berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat yang terdampak bisa merasa lebih tenang sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang layak bagi mereka,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendampingi dan memberikan bantuan bagi para korban bencana selama proses pemulihan ini berlangsung.
Penyerahan bantuan ini tidak hanya sekedar pemberian materi, tetapi juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperhatikan nasib masyarakat yang terdampak bencana. Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh dalam sambutannya menegaskan, “Kami akan terus berupaya membantu warga yang terkena dampak agar bisa bangkit kembali. Semoga DTH ini bisa menjadi awal dari kehidupan baru bagi mereka.”
Sebagai bagian dari upaya penanganan bencana, pemerintah daerah juga merangkul berbagai pihak untuk terlibat dalam proses pemulihan. Hadirnya perwakilan BNPB dalam acara tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap pemulihan Sitaro. Selain itu, pihak BPBD setempat telah mengidentifikasi beberapa kebutuhan penting yang diperlukan oleh para korban guna memastikan mereka dapat bertahan dalam masa transisi ini.
Kapitalau Kampung Pumpente dan Kampung Laingpatehi yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah yang sangat berarti bagi kami. Bantuan ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan warga kami selama masa sulit ini,” ujar salah satu perwakilan desa.
Namun, tantangan masih ada di depan. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan hunian tetap bagi para korban. Penundaan dalam pembangunan hunian berpotensi memperpanjang masa penantian para korban yang telah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan keterlibatan berbagai instansi, diharapkan pemulihan pasca-bencana ini dapat berlangsung lebih cepat. Program bantuan ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain yang juga terdampak bencana alam di Indonesia, khususnya dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang terdampak.
Acara penyerahan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antar instansi dalam upaya penanganan bencana di Indonesia. Dengan kerja sama antara BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan pihak BUMN seperti BRI, masyarakat yang terdampak dapat merasakan perhatian penuh pemerintah, serta harapan untuk masyarakat bahwa dengan adanya bantuan ini semoga semua bisa meringankan beban yang dialami selama ini.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









