Manado, TRIBRATA TV
Wakil Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, SE, melakukan koordinasi langsung dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I di Manado, Senin (28/4/2025). Pertemuan tersebut difokuskan pada penanganan banjir akibat meluapnya Danau Makalehi yang telah merendam sejumlah wilayah di Pulau Makalehi dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pertemuan itu, Heronimus menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi untuk percepatan solusi jangka pendek dan jangka panjang. “Ini bukan hanya bencana alam, tapi juga ujian bagi sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya saat ditemui usai rapat koordinasi.
Dari pihak BWS Sulawesi I, pertemuan itu disambut positif. Kepala BWS Sulawesi I menyampaikan bahwa mereka siap menurunkan tim teknis untuk melakukan survei lapangan serta menyusun rencana teknis pembangunan sistem drainase dan pengendalian debit air Danau Makalehi. “Kami akan segera tindak lanjuti, karena keselamatan warga adalah prioritas,” ujar pejabat tersebut.
Sementara itu, warga terdampak di Pulau Makalehi masih menunggu kepastian bantuan dan langkah nyata dari pemerintah. Sejumlah kepala desa menyatakan bahwa air masih menggenangi rumah-rumah dan lahan pertanian. “Kami berharap segera ada tindakan, bukan hanya janji,” ujar Harun, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pengamat lingkungan dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. Rina Pontoh, mengatakan bahwa kejadian ini menunjukkan perlunya evaluasi sistem pengelolaan danau dan lingkungan sekitar. “Banjir ini bisa jadi dampak dari degradasi lingkungan, bukan hanya curah hujan ekstrem,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Langkah Wakil Bupati mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk DPRD setempat. Namun, mereka mengingatkan agar hasil koordinasi ini tidak berhenti di tataran wacana. “Rakyat butuh solusi nyata, bukan seremoni birokrasi,” kata salah satu anggota dewan yang hadir dalam agenda evaluasi mingguan.
Kini, masyarakat menanti langkah konkret hasil koordinasi tersebut. Dengan curah hujan yang diprediksi masih tinggi, tekanan terhadap Danau Makalehi belum akan reda dalam waktu dekat. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat bertindak cepat demi mencegah dampak yang lebih luas. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









