Sitaro, TRIBRATA TV
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus mendorong para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kepulauan Sitaro.
Berbagai strategi dan upaya kolaborasi dengan berbagai pihak pun dilakukan untuk membantu IKM di Kepulauan Sitaro semakin berkembang, dan naik kelas.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Sitaro Tellsey Kansil, melalui Kepala Bidang Perindustrian Ronny Sidabutar menuturkan terkait perkembangan IKM serta komitmen pemerintah daerah untuk memajukan para pelaku IKM yang ada di Sitaro.
“Pada awalnya IKM yang dikenal di Sitaro hanya dijalankan oleh beberapa orang saja. Lalu munculah kerinduan saya untuk menghidupkan potensi IKM di Sitaro, caranya seperti apa yakni kita turun ke tiap kampung/kelurahan untuk mendata, dan ternyata di masing-masing kampung ada yang tahu buat manisan pala, usaha kuliner, makanan khas daerah, membuat kerajinan dan produk lainnya yang belum nampak, “tutur Kabid saat dihubungi di ruang kerjanya Kantor Diseprindag Kabupaten Sitaro.
Ia menjelaskan dari hasil data itulah teridentifikasi para pelaku IKM baru yang tidak terekspos tersebut karena faktor pemasaran.
“Mereka tidak tahu akan pasarkan kemana. Hal inilah yang mendorong pemerintah daerah untuk mendirikan Kedai Mahoro untuk pelaku IKM mengembangkan dan mengenalkan produk-produk miliknya, “katanya.
Kedai Mahoro dibuka pada 16 November 2022 dengan total 5 IKM yang mendaftar sebelumnya, dan sampai saat ini dalam perkembangannya sudah ada 49 IKM yang menitipkan produknya di Kedai tersebut.
“Dari produk-produk yang ada di IKM Mahoro kita ambil sampel untuk dibawa ke Manado memasarkan produk tersebut ke toko oleh-oleh yang ada di Manado diantaranya di Pasar Swalayan Jumbo, Freshmart, Toko Souvenir Christine Tikala, Toko Oleh-Oleh Kawanua, Toko Oleh-Oleh Oma Yuli di Bandara Samrat, ada juga yang dititip di Dinas Pangan Provinsi, juga Stand IKM Provinsi dan sejauh ini ada 9 IKM yang produknya tersebar di Manado, “urainya.
“Dengan kita pasarkan produk tersebut, diposting digrup IKM Sitaro, itu jadi memancing gairah IKM lain untuk mengikuti jejak yang sama. IKM yang sudah ada produknya otomatis sudah bisa menambah pesanan dan pendapatan,” sambungnya lagi.
Kendati demikian masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh IKM Sitaro berdasarkan penuturan Kabid, IKM Sitaro sulit untuk bersaing harga.
“Karena yang pertama faktor ongkir kalau kirim barang ke Manado, kedua pelaku IKM yang ada di Sitaro itu harus ada PIC atau kontak person yang ready di Manado karena tidak mungkin kalau owner harus pulang pergi untuk stok barang. Makanya dibutuhkan PIC di Manado yang tugasnya menerima kiriman dari siau lalu mengantarkannya ke gerai-gerai toko, serta mengecek produk yang tersisa. Namun kendala disini PIC juga butuh biaya, sementara mau dikasih masuk biaya diharga jual, sementara harga jual di Manado sudah standar minimal, tidak mungkin menaikan harga diatas standar, “ungkapnya.
Lebih lanjut, Sidabutar terus mengingatkan para pelaku IKM yang produknya telah dipasarkan di Kota Manado, untuk jangan jadikan produk itu sebagai sebagai profit.
“Jangan ambil untung dulu disitu, tapi jadikan produk-produk yang tersebar di Manado sebagai etalase produk, pengenalan produk, walaupun tidak untung tapi balik modal aja itu sudah cukup karena anggaplah itu promosi, “ujarnya.
Ketika mengikuti Rakor Kabupaten/Kota, Ia menjelaskan bagaimana Pemerintah Daerah turut membantu memfasilitasi untuk memasaran berbagai produk industri kecil dan menengah (IKM).
“Luar biasa dengan sangat semangat kami sampai masuk ke pasar, toko-toko modern di Manado seperti jumbo, freshmart, toko oleh-oleh, dan semuanya difasilitasi oleh pemda. Seorang kepala bidang mana yang bawa plastik merah terus masuk-masuk jumbo sebagai spg, cuma sitaro yang mau turun langsung seperti itu. Makanya bisa tembus, jumbo hargai itu, jadi dari provinsi sampai bilang luar biasa Sitaro pe gebrakan membantu IKM sampai seorang kepala bidang turun langsung, karena kalau bukan pemda yang fasilitasi ga akan bisa, “tegasnya.
Berdasarkan hal itu, dirinya meminta para pelaku IKM untuk konsisten dan profesional untuk memasarkan produknya.
“Saya selalu bilang ke mereka profesional, dalam arti konsisten untuk stok produk. Toko mana yang mau etalase mereka kosong karena menunggu produk IKM kita masuk, makanya saya selalu bilang ke pelaku IKM konsisten stok produk, jangan pernah ada alasan. Sering yang menjadi permasalahan mereka (pelaku IKM) mengeluh ke pemda misalnya bahan habis, ada halangan sakit, dukacita, dan lainnya, okei dari segi manusiawi pemda terima tapi dari segi bisnis tetap bisnis, jadi jangan sampai nama baik pemda juga terancam karena satu pelaku ikm IKM tidak profesional, tidak kontinu memasukan produk, juga jangan sampai lama merespon, otomatis pada ujung-ujungnya pemda yang akan diblacklist, “tukasnya.
Dalam hal ini pasar modern (swalayan) dan toko lainnya akan memblacklist pemerintah daerah karena dinilai membawa IKM yang tidak profesional. Efeknya hanya gara-gara satu IKM yang tidak konsisten akan berimbas ke IKM lain sedangkan masih banyak IKM yang baru juga ingin produk mereka dipasarkan dengan mitra pemerintah daerah.
Oleh karenanya pihaknya, kata dia, akan terus memberikan pendampingan terhadap para pelaku IKM agar terus berkembang dan produknya bisa dipasarkan secara meluas. Termasuk di gerai-gerai toko modern.
Sebab Ronny Sidabutar meyakini kemitraan yang sudah terjalin dengan toko modern merupakan salah satu strategi pemasaran bagi produk IKM Kabupaten Sitaro agar produknya lebih laris. (jemi lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









