Bitung, TRIBRATA TV
Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Setelah menjalani perawatan rutin atau docking selama lebih dari satu bulan, KMP Lokongbanua milik PD Pelayaran Sitaro kini dinyatakan siap kembali beroperasi melayani jalur pelayaran antarwilayah kepulauan.
Kapal yang menjadi salah satu urat nadi transportasi laut masyarakat Sitaro itu menjalani proses docking di galangan PT L&C Dock Yard Ltd, Bitung. Perbaikan dilakukan menyeluruh demi memastikan keamanan serta kenyamanan pelayaran bagi masyarakat.
Sebelum kembali dioperasikan, jajaran manajemen dan awak kapal mengawali aktivitas dengan ibadah bersama di atas kapal yang dipimpin Pdt. G. Mewengkang, S.Th. Suasana penuh syukur dan harapan terlihat menyelimuti seluruh kru yang hadir.
Direktur PD Pelayaran Sitaro, Lucky Togelang Mulalinda, mengatakan proses perbaikan kapal dilakukan secara serius mengingat usia armada yang sudah tidak muda lagi. Namun demikian, pihaknya memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi standar operasional.
“Puji Tuhan, docking sudah selesai. Kami pastikan kualitas perbaikannya bagus karena tim teknis kami memantau langsung di lapangan,” ujar Lucky.
Di bawah kepemimpinan manajemen baru, PD Pelayaran Sitaro mulai menunjukkan semangat pembenahan yang lebih terarah. Sosok Lucky Mulalinda sendiri bukanlah orang baru di perusahaan tersebut
Ia diketahui telah lama berkiprah di PD Pelayaran Sitaro, memulai karier dari posisi paling bawah hingga kini dipercaya memimpin perusahaan daerah itu. Pengalaman panjang tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap pelayanan transportasi laut.
Banyak pihak menilai kemampuan dan pemahaman Lucky terhadap dunia pelayaran tidak perlu diragukan lagi. Pengalamannya selama bertahun-tahun dianggap menjadi kekuatan utama dalam membaca kebutuhan masyarakat kepulauan.
Dalam keterangannya, Lucky menegaskan bahwa persoalan transportasi laut bukan sekadar urusan teknis operasional kapal. Menurutnya, hal tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Untuk saat ini, yang menjadi poin penting bagi kita semua adalah bagaimana menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dua armada yang dimiliki PD Pelayaran Sitaro saat ini menjadi tulang punggung mobilisasi penumpang maupun distribusi barang antarwilayah di Kepulauan Sitaro.
Karena itu, keberadaan kapal penyeberangan dinilai memiliki dampak besar terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Ketika transportasi berjalan lancar, aktivitas perdagangan dan kebutuhan pokok masyarakat pun ikut terbantu.
Dari sudut pandang pemerintah daerah, kebutuhan akan tambahan armada mulai dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah kepulauan membutuhkan dukungan transportasi laut yang lebih kuat dan modern.
Belum lama ini, PD Pelayaran Sitaro juga mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan manajemen hingga pelayanan dibahas secara terbuka.
Penjelasan dari pihak direksi mendapat apresiasi dari sejumlah anggota DPRD. Mereka menilai langkah pembenahan yang dilakukan perusahaan daerah tersebut mulai menunjukkan arah yang positif.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mulai Juni 2026 nanti jadwal keberangkatan kapal direncanakan akan ditambah. Jika sebelumnya pelayaran hanya dilakukan dua kali dalam seminggu, ke depan akan ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu.
Penambahan jadwal ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan dan mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini cukup bergantung pada transportasi laut.
Lucky juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat Bapak Presiden Prabowo Subianto apalagi beliau sebagai putra Sulawesi Utara agar memberi perhatian lebih terhadap daerah kepulauan, khususnya Kabupaten Kepulauan Sitaro yang berada di wilayah strategis perbatasan.
“Sitaro adalah beranda terdepan karena berbatasan dengan Malaysia dan Filipina,” ungkapnya.
Menurutnya, daerah kepulauan membutuhkan kebijakan khusus terkait akses transportasi laut, sebagaimana pembangunan jalan nasional di wilayah daratan. Ia berharap ke depan ada tambahan armada kapal jenis RoRo guna menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Meski KMP Lokong banua telah siap beroperasi, pihak perusahaan mengakui masih ada sedikit kendala administratif, terutama terkait pengurusan BBM dan pencairan subsidi akibat libur panjang nasional.
Karena itu, manajemen memohon pengertian masyarakat apabila terdapat penyesuaian jadwal pada masa awal pengoperasian kembali kapal tersebut.
Di sisi lain, Lucky menegaskan bahwa dirinya dan jajaran manajemen tidak pernah anti terhadap kritik. Menurutnya, masukan dari masyarakat, termasuk kritik dari netizen di media sosial, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan perusahaan.
Kembalinya KMP Lokong Banua bukan hanya menghadirkan kapal yang selesai diperbaiki, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat kepulauan. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan armada, kehadiran kapal ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus menggerakkan roda ekonomi Sitaro. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









