Sitaro, TRIBRATA TV
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik pertama dalam penanganan percepatan penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Utara.
Didapuk sebagai kabupaten Terbaik Pertama yang memenuhi kategori Pelaksanaan Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting. Sitaro juga memperoleh kategori Best Performance dimana dalam pemaparan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro periode 2018-2023 Ibu Evangelian Sasingen menyampaikan soal pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang dilakukan Kabupaten Sitaro dengan baik disampaikan secara jelas dan efektif.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw kepada Pj Bupati Kepulauan Sitaro Joi Eltiano Bernadin Oroh didampingi Ketua TP PKK Ny Maya Oroh-Rumengan, Sekretaris Daerah Denny D. Kondoj, Kepala Bappelitbangda Ronald Pakasi, dan Kepala Dinas Kesehatan Evita Janis saat acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) TPPS se-Sulut serta Pemberian Penghargaan Penurunan Stunting Tahun 2023 di The Sentra Hotel Manado, Rabu (18/10/2023).
Pada kesempatan tersebut diketahui bahwa berdasarkan Data SSGI, prevalensi stunting Kabupaten Sitaro dari 22.5 % (tahun 2021) turun menjadi 14.4 % (tahun 2022) nyaris target angka stunting nasional 14 persen.
Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O E Kandouw dalam arahannya mengucapkan salut dan selamat serta memberikan apresiasi kepada beberapa daerah khusunya Kabupaten Kepulauan Sitaro atas capaian penanganan perurunan stunting terbaik di Provinsi Sulut.
“Mudah- mudahan daerah lain yang belum mendapat apresiasi kiranya dapat meningkatkan upaya percepatan penurunan stunting, “ujar Wagub.
Atas hasil ini, Pj Bupati mengucapkan syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak baik jajaran perangkat daerah terkait dan seluruh stakholder karena sudah terlibat langsung dalam program-program penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
“Terima kasih atas kerja keras dari semua pihak terkait sehingga kita berhasil meraih capaian ini. Penurunan stunting di Sitaro melibatkan banyak pihak, termasuk Pemerintah Daerah hingga desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan lainnya,” tutur dia.
Meskipun demikian, upaya penurunan stunting tidak berhenti pada penerimaan penghargaan, namun terus diefektifkan dalam proses penanganan serta pencegahannya.
“Kita harus terus berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Sitaro zero stunting, dan memastikan bahwa generasi emas Kabupaten Sitaro lebih berkualitas dan berintegritas serta memiliki daya saing,” pungkas Oroh. (jemi lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









