Evakuasi Nakes, Kepala Puskesmas Melky Dicopot

- Editorial Team

Jumat, 24 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keerom, TRIBRATA TV

Bupati Keerom Piter Gusbager S. Hut Mup mencopot Marselinus Wellip, Amd, Kep. dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Milky Distrik Towe. Pemecatan itu dilakukannya didepan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.

Menurut Bupati, Milky telah memerintahkan tenaga kesehatannya untuk meninggalkan tempat tugas tanpa berkordinasi dengan pihak pimpinan, akibat terpengaruh dengan situasi penyerangan KKB di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kata Bupati situasi di Kabupaten Keerom masih sangat kondusif. Bahkan dirinya sudah berkordinasi dengan semua tokoh adat dan tokoh masyarakat, kalau di Puskesmas Milky aman-aman saja.

“Jika ada persoalan yang masih bisa dikordinasikan ya harus dikomunikasikan terlebih dahulu, jangan ambil keputusan sendiri untuk meninggalkan tempat tugas, seolah-olah situasi di wilayah itu gawat,” kata Bupati.

Menanggapi putusan Bupati, Kepala Puskesmas Milky Distrik Towe Marselinus Wellip Amd, Kep, di kediamannya, Rabu (22/9/2021) kepada TRIBRATA TV mengatakan, apa yang dilakukannya demi menyelamatkan tenaga kesehatan Nusantara Sehat yang ditempatkan Kementrian Kesehatan RI di Puskesmas nya.

BACA JUGA  Kepala Suku Besar di Jayapura, Ondofolo Abisai Rollo: Warga Papua Dukung Penuh Otsus

Dikatakan, sesuai surat edaran Kementrian Kesehatan RI Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Nomor:DG. 02.01/2.2/3459.1/2021, tentang Jaminan Keamanan Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat, di Propinsi Papua dan Papua Barat, Tertanggal, 17 September 2021.

“Saya mengevakuasi tenaga kesehatan Nusantara Sehat sebanyak 6 orang yang semuanya berasal dari Pulau Jawa. Mereka baru semalam di Puskesmas Milky, serta sangat buta dengan kondisi wilayah ini,” alasan Marselinus.

Menurutnya ia juga tidak mengevakuasi semua nakes termasuk nakes daerah. “Wilayah ini saya sangat memahami, dari sisi medan, aktifitas masyarakat, maupun kendala yang dihadapi masyarakat,” tandasnya.

Diketahui dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan KKB di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang ke Kampung Milky Distrik Towe Kabupaten Keerom, dapat ditempuh 2 hari melalui jalan setapak tengah hutan.

BACA JUGA  Didemo Mahasiswa, Dinkes Gowa Akan Periksa Plt Kepala Puskesmas Pattallassang

“Bupati tidak tahu medan di sana, saya sudah tugas 11 tahun sejak 10 Mei 2010 di wilayah ini, dan saya sangat memahami wilayah ini, wilayah ini tentunya bisa di analisa sebagai jalur lalu lalang KKB,” tandasnya.

Parahnya lagi, wilayah ini tidak terhubung jalan darat, tidak memiliki jaringan telpon, kalau terjadi situasi seperti di distrik Kiwirok, paling cepat satu bulan barulah bisa menerima informasi.

“Apa yang saya lakukan (evakuasi) adalah wujud kepedulian saya untuk menyelamatkan teman-teman nakes Nusantara Sehat,” katanya.

Menurutnya jika bupati mau mencopot jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Milky, berdasarkan pandangannya sendiri atau melalui informasi dan laporan dari orang lain, entah itu karena ia tidak bertugas atau mengambil keputusan sepihak, itu adalah haknya bupati.

“Jika saya dicopot dari jabatan saya legowo. Bupati juga baru dilantik satu tahun, Kepala Dinas Kesehatan baru 6 bulan menjabat sebagai Plt dan berasal dari luar Kabupaten Keerom yang belum memahami medan wilayah ini,” tambahnya.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 1013-10/Tanah Siang Hadiri Lokakarya Mini UPT Puskesmas Konut

Hasil kordinasi antara bupati, sekda, dan wakil bupati serta kepala dinas kesehatan, dalam membuat keputusan bupati agar tidak termakan isu penyerangan KKB dan tidak mengevakuasi tenaga kesehatan belum sampai di saya.

“Ini hanya wujud kepedulian kemanusiaan, karena sebagai pimpinan Puskesmas harus mengevakuasi teman-teman nakes,” ujar Marselinus. (Nabar)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
Kapolres Lhokseumawe Hadiri Pisah Sambut Dandim 0103/Aceh Utara, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WIB

Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Polres Tebing Tinggi Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:19 WIB