Deli Serdang, TRIBRATA TV
Untuk menghasilkan buah Kelapa Sawit yang baik harus dimulai sejak pembibitan. Karenanya penyemaian bibit unggul pada polybag harus berisikan tanah agar pertumbuhannya bisa maksimal.
“Pengelolaan tanah tidak bisa asal jadi, tentu harus melalui proses sebelum dimasukan kedalam polybag,” kata Martin, pimpinan CV Karya Sentosa, vendor bibit Kelapa Sawit Kebun Tanjung Garbus PTPN I Regional 1 Deli Serdang, Senin (22/7/2024).
Menurutnya pengisian tanah ke polybag dikerjakan di bulan Juli sekira 25 hari mengingat kebutuhan yang akan diperuntukkan pada lahan tanaman baru pada areal perkebunan yang akan direplanting.
“Kelapa sawit menjadi produksi unggulan, karena meningkatnya kebutuhan minyak goreng yang dihasilkan PTPN 1 Regional 1, sehingga menjadi prioritas utama mempertahankan dan meningkatkan produksi Kelapa Sawit yang bermutu, sehat dan baik untuk kesehatan,” katanya.
Menurutnya pembibitan di Kebun Tanjung Garbus PTPN I Regional 1 yang kami kerjakan sudah sesuai SOP, bibit Kelapa Sawit sebelum dipindahkan ke polybag ukuran besar terlebih dahulu kami semaikan pada polybag ukuran kecil yang sangat kami rawat dengan sebaik-baiknya, nanti pada saatnya maka pemindahan baru dapat dilakukan.
Hal ini dikatakannya untuk membantah pemberitaan yang menyatakan kalau polybag bibit Kelapa Sawit yang mereka kerjakan berisi tanah bercampur batu dan akar.
Ia kemudian menjelaskan proses pembibitan yang selama ini mereka lakukan. “Pemindahan bibit kelapa sawit ke polybag ukuran besar tidak dibenarkan bila kualitas tanah tersebut tidak baik, pengisian tanah ke polybag besar terlebih dahulu dilakukan pengayakan yang bertujuan agar saat dimasukan ke polybag tidak terdapat batu-batuan atau akar yang bila di ikutsertakan di dalam polybag saat tanah dimasukan dapat mengganggu pertumbuhan perkembangan pohon kelapa sawit,” katanya.
Ia kembali menegaskan pihaknya mengikuti prosedural dalam mengelola dan merawat bibit kelapa agar tumbuh dengan baik dan subur. “Pohon kelapa sawit sejak dini hingga dewasa menghasilkan buah segar hingga 25 tahun, jadi kami dari CV Karya Sentosa benar-benar sudah menjalankan pekerjaan tersebut dengan baik,” tambah Martin.
Ia juga membantah isi berita yang , menyebutkan diduga Manager Kebun Tanjung Garbus PTPN I Regional 1, Hilarius Manurung melakukan mark up dalam menentukan harga pengisian tanah kedalam polybag.
“Sekali lagi saya nyatakan hal itu tidak benar, karena bapak Manager tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang saya pimpin. Bapak Manager dan Staf hanya melakukan pengawasan kepada pekerjaan yang kami kerjakan,” ujarnya.
Ia menegaskan vendorlah yang menentukan upah para pekerja.
Sementara Amsir (56) pengawas CV Karya Sentosa mengatakan pekerjaan bibitan kelapa sawit dan pengisian tanah di polybag dikerjakan sekitar hampir 1 bulan oleh tenaga borongan sebanyak 15 sampai 20 tenaga kerja.
“Selama ini mereka senang -senang saja dan tidak ada yang keberatan, mereka dengan senang hati bekerja mengisi tanah ke dalam polybag daripada menganggur di rumah,” jelasnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









