Takalar, TRIBRATA TV
Gema takbir bersahut-sahutan menyelimuti Lapangan Panjenekan Desa Surulangi Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar saat ribuan warga tumpah ruah melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Momentum suci ini menjadi kian bermakna dengan peluncuran program religi desa serta refleksi atas capaian pembangunan Kabupaten Takalar yang kini bertransformasi menjadi daerah unggul di Sulawesi Selatan pada tahun 2026.
Ibadah Salat Id berlangsung di hari Sabtu 21 Maret 2025 terlihat khusyuk di bawah bimbingan Imam Jamaluddin dg Mali Saf-saf yang rapat dan tertib menunjukkan soliditas warga dalam menjaga tradisi keagamaan di jantung Polongbangkeng Selatan .
Dalam khutbahnya, Ketua PBHI, Iwan dg Bali, yang bertindak sebagai khatib, menyampaikan pesan bertajuk “Penguatan Karakter dan Keadilan Sosial: Beradat, Beragama, Bersinergi”. Dengan gaya lugas, ia menekankan bahwa esensi kemenangan Ramadan harus bermanifestasi dalam penegakan hak kemanusiaan dan kejujuran.
”Idul Fitri adalah titik balik untuk membangun tatanan masyarakat yang lebih adil, beradab, dan religius. Semangat ini sejalan dengan program Hu’ba Iman yang resmi kita buka hari ini,” tegas Iwan dg Bali di hadapan ribuan jamaah.
Meski tidak hadir secara fisik, Bupati Takalar menyampaikan amanat tertulis yang dibacakan langsung oleh Kepala Desa Surulangi, Raba Ali dg Mangka. Dalam sambutan tersebut, dipaparkan potret kemajuan signifikan Takalar tahun 2026 sebagai salah satu kabupaten paling progresif di Sulawesi Selatan.
Beberapa poin krusial dalam capaian tersebut meliputi akselerasi ekonomi di sektor unggulan, pembangunan fisik yang merata hingga pelosok desa, serta transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang kian inklusif.
”Keberhasilan Takalar menjadi daerah unggul di tahun 2026 ini adalah buah dari sinergi kolektif. Idul Fitri ini adalah momentum memperkuat persatuan demi masa depan yang lebih gemilang,” ujar Raba Ali dg Mangka saat membacakan pidato Bupati.
Prosesi ibadah diakhiri dengan silaturahmi akbar di area lapangan. Suasana penuh kehangatan tampak saat warga saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan, mempertegas identitas Surulangi sebagai desa yang religius dan harmonis di tengah pesatnya pembangunan daerah. (Johanas Del)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









