Sitaro, TRIBRATA TV
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan penyedia bahan pokok. Kegiatan yang dipimpin Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, SKM, dan Wakil Bupati Heronimus Makainas, SE., M.M., ini untuk memastikan ketersediaan bahan pangan serta stabilitas harga di wilayah kepulauan.
Sidak berlangsung pada 20-21 Maret 2025 di dua pasar utama, yaitu Pasar Ulu Siau dan Pasar Ondong Siau. Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi, Sekretaris Daerah Denny Kondoj, serta para kepala dinas terkait. Mereka berdialog langsung dengan pedagang sayur, penjual rempah-rempah, serta nelayan yang menjual ikan segar.
Dalam wawancara di lokasi, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit memastikan kondisi pasar dalam keadaan stabil. “Sampai saat ini pasokan bahan pangan cukup, harga masih stabil, dan tidak ada kenaikan signifikan. Jika ada lonjakan harga, kemungkinan lebih karena daya beli masyarakat yang menurun,” ujarnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau harga dan stok pangan melalui koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Kami akan turun langsung ke pasar untuk mengidentifikasi bahan pokok yang langka dan mencari solusi agar harga tetap terkendali,” tambah Chyntia.
Selain pasar tradisional, tim juga meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Maranatha untuk memastikan kelancaran pasokan BBM menjelang lebaran. Kelangkaan BBM kerap menjadi isu di wilayah kepulauan, terutama saat permintaan meningkat pada hari besar keagamaan.
Tidak hanya sektor pangan dan BBM, Pemkab Sitaro juga mengunjungi gudang Bulog di Pelabuhan Kelurahan Tatahadeng. Wakil Bupati Heronimus Makainas menekankan bahwa pemerintah berupaya menjaga ketahanan pangan melalui berbagai program, termasuk mendorong masyarakat untuk menanam bahan pangan sendiri.
“Kita melihat inisiatif dari Polres Sitaro yang telah memulai program partisipatif menanam jagung di Biaro. Ini menjadi contoh bahwa ketahanan pangan harus dikelola bersama-sama untuk mengantisipasi inflasi,” kata Heronimus.

Kapolres AKBP Iwan Permadi juga menegaskan dukungan Polres dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. “Kami bersama tim Satgas Pangan akan terus mengawasi peredaran bahan pangan dan BBM. Jika ada indikasi penimbunan atau penyimpangan distribusi, kami akan mengambil langkah tegas,” jelasnya.
Selain mengawasi stok dan harga, pemerintah daerah juga melakukan operasi pasar untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar. “Kami rutin memonitor harga. Jika ada kenaikan signifikan, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan intervensi,” tambah Iwan.
Pemerintah Sitaro juga mendorong konsep Pekarangan Lestari sebagai langkah jangka panjang menghadapi ketergantungan pasokan dari luar daerah. “Dengan pemanfaatan lahan pekarangan, kita dapat memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi dampak gangguan distribusi akibat cuaca buruk,” terang Heronimus.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkab Sitaro optimistis kebutuhan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri akan terpenuhi dengan harga yang terkendali. Pemerintah berharap masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi hari raya, karena suplai pangan dan energi telah dipastikan cukup oleh tim pengendalian inflasi daerah.
Sidak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di Sitaro. Ke depannya, Pemkab berencana memperkuat kerja sama dengan sektor swasta dan distributor untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar sepanjang tahun. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








