Sitaro, TRIBRATA TV
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Ronal Ronald Pakasi tampak sumringah ketika memimpin kegiatan Jumat Bersih Lingkungan di halaman kantornya, Jumat (19/9/2025). Bukan hanya membersihkan, tapi juga ada momen panen singkong hasil dari inovasi lokal yang dipelopori Sitaro melalui Gerakan Musuang.
Menurut Ronal Pakasi, kegiatan sederhana itu sarat makna. “Kami bersuka hati karena lewat kerja kolektif, kita bisa menuai hasil nyata. Panen singkong hari ini membuktikan bahwa inovasi Gerakan Musuang berjalan dengan baik,” ujarnya penuh semangat.
Gerakan Musuang, yang kini dikenal luas masyarakat Sitaro, bukan sekadar ajakan menanam. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama di wilayah rawan bencana seperti Karangetang Mandolokang Kolo-kolo. Dengan menghidupkan kembali semangat menanam singkong dan tanaman lokal, pemerintah berupaya menciptakan kemandirian pangan dari akar budaya masyarakat.
Masyarakat menyambut positif langkah ini. Kepala Bidang Bapperida Ayu Dinni yang ikut terlibat mengatakan, kegiatan panen di kantor menjadi contoh nyata bahwa inovasi tidak harus dimulai dari ladang luas, tapi bisa juga dari halaman kecil. “Yang penting ada kemauan. Dan hasilnya bisa langsung dirasakan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan Jumat Bersih itu, suasana penuh kegembiraan. Aparatur yang hadir ikut memanen, sambil bergotong-royong membersihkan lingkungan kantor. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa disiplin kerja dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan program pangan.
Ronal Paksi menegaskan, visi yang dibangun adalah “Sitaro Masadada”—sebuah cita-cita besar menjadikan Sitaro lebih tangguh dan berdaya saing. “Melalui gerakan sederhana seperti menanam singkong, kita menanam harapan. Harapan agar masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar, terutama saat kondisi darurat,” jelasnya.
Selain itu, panen singkong di halaman kantor Bapperida dianggap simbol kuat. Simbol bahwa kantor pemerintahan tidak hanya menjadi pusat administrasi, tapi juga pusat inspirasi yang memberi teladan nyata bagi masyarakat. Dari kantor bisa lahir perubahan pola pikir menuju kemandirian pangan.
Masyarakat Karangetang Mandolokang Kolo-kolo yang kerap terdampak erupsi juga menjadi perhatian utama. Dengan hasil bumi yang bisa ditanam di pekarangan, mereka punya cadangan pangan lebih tahan lama. Gerakan ini diyakini dapat membantu mengurangi kerentanan saat bencana datang.
Kegiatan ini akhirnya ditutup dengan pesan optimistis dari Ronal Paksi. “Mari kita teruskan Gerakan Musuang ini sampai ke pelosok kampung. Jangan pernah malu menanam singkong, karena dari pangan lokal inilah kita bisa berdiri tegak dan mewujudkan Sitaro Masadada,” pungkasnya. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









