Asahan, TRIBRATA TV
Seratusan massa kembali melakukan Aksi Solidaritas di Mapolres Asahan, Rabu (19/03/25) malam. Kedatangan massa mengatasnamakan elemen masyarakat, terdiri dari Organisasi Cipayung, OKP, Presma Universitas Asahan, Bem UMMAS, rekan-rekan korban Pandu Brata Syahputra Siregar dan masyarakat.
Selain membawa spanduk, sejumlah tuntutan disuarakan oleh satu-satu persatu perwakilan massa.
Salah satu yang dituntut massa yakni permintaan maaf Kapolres Asahan secara terbuka atas klarifikasi yang disampaikan Kasi Humas Polres Asahan Iptu Anwar Sanusi beberapa waktu lalu.
“Kami minta Kapolres Asahan meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Karena klarifikasi itu membuat kegaduhan. Kami juga minta Kapolres mencopot Kasi Humas dari jabatannya,” ucap Ketua Cabang GMNI Asahan, Josua Robinsar Tamba dalam orasinya.
“Meminta Kapolri dan Kapoldasu untuk mencopot AKBP. Afdhal Junaidi dan Anwar Sanusi dari jabatan Kapolres dan Kasi Humas Polres Asahan karena diduga memberikan informasi bohong dalam bentuk klarifikasi tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu sehingga menyebabkan kaburnya informasi peristiwa penganiayaan terhadap Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar,” teriak salah seorang peserta aksi dalam orasinya.
Menanggapi tuntutan massa, AKBP Afdhal Junaidi mengaku, klarifikasi yang disampaikan Kasi Humas Iptu Anwar Sanusi itu berdasarkan pengakuan Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Ipda Ahmad Efendi, yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
“Saya minta adek adek bersabar. Berkaitan dengan itu pemeriksaan awal itu kami dapat keterangan dari Kanit. Nanti kita pastikan kalau itu tidak benar akan kita klarifikasi dan nanti akan kita jelaskan fakta sebenarnya. Terkait tes urine terhadap ketiga tersangka, silahkan pengacara sampaikan ke penyidik,” jawab Afdhal.
“Saya minta adek adek bersabar karna apa?… karna itu bukan keahlian kami berkaitan dengan pembuktian itu, sekarang lagi di laboratorium forensik keahlian fatologi mohon waktunya. Kalau apa hasilnya nanti kami sampaikan,” timpal Afdhal terkait klarifikasi Anwar Sanusi yang menyebut usai dites Urine, korban dinyatakan positif Narkoba.
“Pertama kami ingin meluruskan bahwa aksi kami ini terkumpul dari beberapa aksi Cipayung, beberapa OKP dan mahasiswa. Kami tidak ada ditunggangi siapapun. Dan kami tidak percaya statemen bapak,” ucap peserta aksi sembari mengajak massa yang lain meninggalkan Kapolres Asahan.
Amatan di lokasi, awalnya massa menggelar orasi di depan Mapolres Asahan. Namun tak lama, untuk mencegah kemacetan lalu lintas Jalinsum yang ada di depan Mapolres, massa selanjutnya dipersilahkan masuk dan bertemu Kapolres Asahan.
Sebagai informasi, 2 hari setelah korban Pandu Brata Syahputra Siregar meninggal dunia, Kasi Humas Polres Asahan Iptu Anwar Sanusi di hadapan sejumlah wartawan, Rabu (12/03/2025) siang mengeluarkan klarifikasi terkait isu isu yang menyebut awal mulai kejadian hingga almarhum Pandu meninggal dunia.
“Dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas, kemudian dilakukan pemeriksaan di perut si anak (korban) mengaku tidak ada sakit pada bagian perut. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan pihak Puskesmas memberikan obat, dibawa kembali ke Polsek Simpang Empat,” aku Anwar saat itu.
“Karna Kanit Reskrim curiga dengan tindak tanduk yang bersangkutan, dilakukan tes urine dan pada saat itu ditemukan positif,” ucap Sanusi lagi dengan percaya diri dalam video berdurasi 6 menit 50 detik yang diperoleh wartawan. (Gondrong)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









