Sitaro, TRIBRATA TV
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menggelar kegiatan Jalinan Baku Bekeng Pande (JBBP) Edukasi Statistik dengan tema “Memaknai Angka Kemiskinan dan Pengangguran.” Acara ini dilaksanakan secara virtual melalui media center Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang dihadiri Sekretaris Daerah Drs Denny Kondoj, M.Si bersama pimpinan OPD dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan daerah.
Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai data kemiskinan dan pengangguran, yang sering kali hanya dipandang sebagai angka statistik tanpa pemaknaan mendalam. Dengan menghadirkan para ahli dari BPS, diharapkan peserta dapat memahami lebih jauh bagaimana angka-angka tersebut dihasilkan dan bagaimana interpretasi yang tepat dapat membantu perencanaan kebijakan yang lebih efektif.
Data Bukan Sekadar Angka
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Aidil Adha, SE., ME., dalam pembukaan acara, menekankan pentingnya data sebagai dasar pengambilan kebijakan. “Angka kemiskinan dan pengangguran bukan sekadar statistik di atas kertas. Data ini mencerminkan kondisi nyata masyarakat dan harus menjadi dasar dalam merancang program pembangunan daerah,” ujarnya.
Sesi pertama membahas Kemiskinan, yang dipaparkan oleh Titien Kristiningsih, SST., SE., M.Si. Ia menjelaskan penghitungan angka kemiskinan tidak hanya didasarkan pada pendapatan masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, sesi kedua yang disampaikan oleh Sirly Catharina Worotikan, SE., M.Si, mengupas tentang Pengangguran. Ia menyoroti bagaimana tren pengangguran di Sulawesi Utara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan ekonomi, tingkat pendidikan, dan perubahan di dunia kerja akibat digitalisasi.
Partisipasi Aktif Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro turut serta dalam kegiatan ini, dengan perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengikuti sesi diskusi secara daring melalui Zoom dan YouTube. Meski ada batasan jumlah peserta untuk Zoom, panitia memastikan akses informasi tetap terbuka melalui platform digital lainnya.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta dapat menggali lebih dalam mengenai metodologi penghitungan angka kemiskinan dan pengangguran serta dampaknya terhadap kebijakan daerah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemangku kebijakan dan masyarakat semakin memahami pentingnya data statistik dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana angka-angka tersebut dapat digunakan untuk menyusun strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah sosial dan ekonomi di daerah. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








