Sitaro, TRIBRATA TV
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) secara resmi menutup Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui apel penutupan yang dilaksanakan di Terminal Ulu Siau, Minggu, (18/01/26) pada pukul 16.00 WITA.
Apel penutupan dipimpin langsung Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangit, SKM, selaku Inspektur Apel, dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, jajaran TNI-Polri, Basarnas, BPBD, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, kapitalau, serta relawan kebencanaan.
Dalam amanatnya, Bupati Chyntia Inggrid Kalangit menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan Yang Maha Esa sehingga seluruh rangkaian penanganan bencana dapat dilalui dengan baik.

“Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih dan penyertaan-Nya, pada hari ini kita dapat melaksanakan Apel Penutupan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan apel tersebut menjadi penanda berakhirnya masa tanggap darurat yang telah dijalani bersama oleh seluruh unsur terkait.

“Apel ini menandai berakhirnya masa tanggap darurat yang kita lalui bersama. Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah, siang dan malam, dalam upaya penyelamatan, evakuasi, pendistribusian bantuan, pelayanan kesehatan, serta pemulihan awal bagi masyarakat terdampak,” lanjutnya.
Menurut Bupati, solidaritas, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

“Solidaritas, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang kita tunjukkan merupakan kekuatan besar dalam menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati secara resmi menyatakan penutupan status tanggap darurat dan memasuki masa transisi menuju pemulihan.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka pada hari ini, Minggu 18 Januari 2026, status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Sitaro secara resmi saya nyatakan ditutup. Kita memasuki masa transisi menuju pemulihan. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah dan pengabdian kita semua,” tutup Bupati.

Apel penutupan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Ibu Suharyati Areros, S.Th, serta diakhiri dengan foto bersama.
Apel penutupan status tanggap darurat ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk melanjutkan upaya pemulihan pascabencana secara terencana dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak, baik dalam pemulihan infrastruktur, sosial, maupun ekonomi.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, sinergi lintas sektor yang telah terbangun selama penanganan bencana diharapkan tetap terjaga dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta memperkuat budaya kesiapsiagaan demi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Sitaro yang tangguh dan berdaya menghadapi bencana. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








