Jakarta, TRIBRATA TV
Kemacetan parah terjadi di ruas Tol Jakarta–Cikampek saat puncak arus mudik Lebaran 2026, Rabu (18/3/2026). Sejumlah pemudik mengeluhkan waktu tempuh yang jauh lebih lama akibat kepadatan kendaraan dan kecelakaan di jalur tol.
Fauzi, pemudik asal Bekasi, mengaku perjalanannya dari Jatibening menuju Tol Cikampek memakan waktu hingga lima jam, jauh dari kondisi normal sekitar 48 menit. “Lima jam pecah rekor Jatibening-Cikampek,” katanya. Ia menyebut kemacetan dipicu kecelakaan beruntun. “Kemacetan parah dari Bekasi-GT Cikampek dikarenakan ada kecelakaan beruntun,” ujarnya.
Ia juga menambahkan kondisi serupa terjadi di Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ). “Jalan tol MBZ juga macet parah… sampai Tol Cikampek pagi jam 05.30 tadi,” katanya, seraya menegaskan, “Sekarang masih macet.”
Pemudik lain, Supriyanto, mengalami hal serupa sejak Kilometer 47 hingga Gerbang Tol Cikampek. “Saya kena macet dr Km 47 sampai Gerbang Tol Cikampek,” ujarnya. Ia menyebut kemacetan disebabkan kecelakaan dan kendaraan berhenti di bahu jalan. “Tabrakan, saling sundul,” katanya.
Untuk mengurai kepadatan, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way nasional pada H-3 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Kebijakan ini diterapkan dari Kilometer 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga Kilometer 236 Tol Semarang–Solo dan dapat diperpanjang hingga Kilometer 414 Kalikangkung, Semarang.
Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah koordinasi dengan berbagai pihak. “Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 18… akan kami berlakukan one way nasional arus mudik,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Rabu siang jam 12.00 WIB, kami akan flag off One Way Nasional arus mudik mulai dari Km 70 sampai KM 414 Kalikangkung.”
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas tahap awal telah diterapkan dari Kilometer 70 hingga Kilometer 263 untuk memperlancar arus menuju Trans Jawa. Sementara itu, arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak, Banten, dilaporkan masih relatif terkendali sehingga belum diberlakukan sistem satu arah ke arah tersebut. (Red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









