Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Dua Awan Panas Guguran Meluncur hingga 1,6 Km

- Editorial Team

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, TRIBRATA TV

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meningkat. Pada periode pengamatan Senin (16/3/2026) pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat dua kali awan panas guguran meluncur ke arah barat daya.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, awan panas guguran tersebut bergerak ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.600 meter.

Selain itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan tekanan lemah hingga sedang dan tinggi kolom mencapai sekitar 500 meter di atas puncak kawah. Gunung tampak jelas hingga kabut level 0–III.

BPPTKG mencatat aktivitas guguran lava masih mendominasi. Dalam periode pengamatan tersebut terjadi 176 kali guguran dengan amplitudo 2–41 mm dan durasi 29,6–182,25 detik.

BACA JUGA  Teror Api Misterius di Sleman Meluas, Kini Muncul di Rumah Tetangga Agusyani

Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 guguran lava teramati mengarah ke Kali Bebeng, Kali Krasak, serta Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Aktivitas kegempaan juga cukup tinggi dengan 82 kali gempa hybrid atau fase banyak. Gempa tersebut memiliki amplitudo 2–36 mm dengan durasi 7,65–59,72 detik.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar gunung tercatat cerah hingga mendung dengan arah angin tenang ke barat, utara, dan timur. Suhu udara berkisar 17,2–27 derajat Celsius, kelembapan 68–100 persen, serta curah hujan tercatat 4 mm per hari.

BPPTKG menyatakan status aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Suplai magma dari dalam gunung masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam zona potensi bahaya.

BACA JUGA  Jalan Sekitar Pemda Sleman Ditutup Sementara, Ini Jadwal Pemberangkatan Haji 2026

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di daerah berisiko, terutama di sektor selatan hingga barat daya meliputi Sungai Boyong maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 kilometer.

Sementara itu, sektor tenggara meliputi Sungai Woro maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol maksimal 5 kilometer dari puncak.

BPPTKG juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanik hingga radius 3 kilometer dari puncak jika terjadi letusan eksplosif. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Merapi.

Warga juga diimbau mengantisipasi dampak abu vulkanik serta terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas gunung akan segera dievaluasi kembali.(Didik)

BACA JUGA  Kepala BNNK Sleman Anjangsana dengan Mantan Kepala BNNK Sambut HANI

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan
Hadiri Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi, Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Sinergi Pembangunan
Gunung Merapi Hari Ini: Status Siaga, Lava Gugur Meluncur hingga 1,9 Kilometer
Korem 072/Pamungkas dan KADIN DIY Sukses Gelar Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Ikut Bergeliat
Gerakan ANANDA BERSINAR Warnai MPLS di Sleman, BNNK Jangkau 108 Sekolah
Kebakaran Rumah di Padukuhan Garon Bantul, Diduga Dipicu Tungku Kayu yang Lupa Dimatikan
Geger, Seorang Petani Ditemukan Tewas Tergantung di Gubuk Alas Pak Bendo Gunungkidul
Rekayasa Lalu Lintas Saparan Bekakak 2026 di Gamping, Jalan Wates Ditutup Sementara Jumat Sore

Berita Lainnya

Senin, 20 Juli 2026 - 11:10 WIB

Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:45 WIB

Hadiri Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi, Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Sinergi Pembangunan

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:56 WIB

Gunung Merapi Hari Ini: Status Siaga, Lava Gugur Meluncur hingga 1,9 Kilometer

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:36 WIB

Korem 072/Pamungkas dan KADIN DIY Sukses Gelar Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Ikut Bergeliat

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:32 WIB

Gerakan ANANDA BERSINAR Warnai MPLS di Sleman, BNNK Jangkau 108 Sekolah

Berita Terbaru