Ambon, TRIBRATA TV – Wacana pemekaran Kepulauan Lease kembali mengemuka dan memantik perdebatan hangat di tengah masyarakat. Azhar Ohorella, A.MP.d., anggota Consorsium Kota Kepulauan Lease, menegaskan bahwa penolakan terhadap gagasan Lease Mekar bukan disebabkan karena daerah belum siap, melainkan karena adanya kelompok yang masih enggan bergerak maju.
Dalam pernyataannya, Azhar menyoroti bahwa sebagian pihak justru menikmati situasi stagnan dan mempertahankan status quo, meskipun daerah terus menghadapi tantangan pembangunan, keterbatasan fiskal, dan jauhnya jangkauan pelayanan pemerintahan.
“Ada kelompok yang nyaman dalam ketertinggalan. Mereka menolak perubahan bukan karena tidak mengerti urgensinya, tetapi karena takut menghadapi masa depan,” tegas Azhar.
Menurutnya, wilayah Kepulauan Lease selama ini terhambat oleh minimnya pemerataan pembangunan, akses layanan dasar yang tidak optimal, serta birokrasi yang terlalu jauh dari pusat persoalan. Gagasan pemekaran, lanjutnya, hadir sebagai solusi untuk membuka lapangan kerja, memperkuat layanan publik, serta mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Namun, alih-alih mendukung langkah maju tersebut, sebagian pihak justru bersembunyi di balik alasan klasik seperti “belum siap” atau “pemekaran hanya menambah beban”. Azhar menilai alasan tersebut tidak berdasar.
“Beban yang sebenarnya adalah akibat terlalu lama tidak berubah. Minim layanan kesehatan, akses pendidikan terbatas, dan pembangunan yang tidak merata—itulah beban nyata masyarakat Lease,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Azhar juga menegaskan bahwa pihak yang menolak pemekaran sering kali lebih takut kehilangan kenyamanan politik dan kendali, dibanding memikirkan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa daerah-daerah lain yang telah mekar terbukti mengalami percepatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, dan efektivitas pelayanan pemerintah.
“Lease tidak boleh menjadi pengecualian. Pemekaran adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Ini agenda besar bagi masa depan,” tambahnya.
Azhar menyerukan perlunya keberanian politik dari para pemimpin daerah untuk mengambil langkah strategis demi masa depan masyarakat Kepulauan Lease.
“Masa depan tidak menunggu mereka yang takut. Lease Mekar hanya akan dipahami dan diperjuangkan oleh orang-orang yang berpikiran maju,” tutupnya.
Gagasan Lease Mekar kini terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, sementara proses advokasi menuju pemekaran masih berlanjut sesuai mekanisme pemerintah pusat. (M. Marasabessy)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









