Oknum Satpam PTPN IV Kebun Aek Torop Diduga Terlibat Kasus Asusila dan “Main Mata” dengan Pencari Berondolan

- Editorial Team

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu Selatan, TRIBRATA TV

Nama baik perusahaan kembali tercoreng, disiplin pegawai diinjak-injak, dan wewenang jabatan disalahgunakan secara keji. Dugaan skandal mencuat di lingkungan PTPN IV Regional I, tepatnya di Kebun Aek Torop, melibatkan petugas keamanan berinisial CN.

Tak hanya diduga terlibat perbuatan asusila yang berujung kehamilan di luar nikah, oknum ini juga disinyalir sengaja membiarkan pencurian aset negara berupa berondolan sawit di wilayah yang wajib ia jaga.

Berdasarkan data yang dihimpun, fakta di balik penempatannya pun mengundang tanda tanya besar. CN adalah mantan penderes karet dari unit Merbau, Labuhanbatu Utara, yang kemudian dimutasi ke Kebun Aek Torop dan diangkat menjadi Satpam, posisi yang memegang kunci keamanan aset perusahaan. Ironisnya, ia dikenal minim dedikasi di tempat asal, namun justru mendapatkan kepercayaan di posisi strategis ini.

Alih-alih berdiri tegak menjaga aset negara, CN disinyalir menukar wewenangnya demi kepuasan pribadi. Ia diduga menjalin hubungan tidak senonoh dengan seorang perempuan warga Dusun Batu Ajo yang sehari-hari mengumpulkan berondolan. Sebagai imbalan atas hubungan terlarang itu, oknum ini membiarkan perempuan tersebut leluasa mengambil berondolan milik perusahaan.

BACA JUGA  NURI Semakin Disenangi Warga Labusel

Bahkan, informasi yang terungkap menyebutkan CN sendiri mengakui telah melakukan perbuatan itu berkali-kali. Setelah perempuan itu melahirkan, ia tak berhenti di situ, CN diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memindahkan perempuan tersebut ke Kisaran agar kasus ini tertutup rapat.

Upaya menutup mulut fakta kian terlihat nyata. Pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, seorang perempuan yang mengaku kerabat CN menghubungi TRIBRATA TV Labuhanbatu Selatan lewat panggilan video. Dengan nada memohon namun tegas, ia meminta pemberitaan dihentikan dan mengajak Wartawan Tribrata TV melakukan pertemuan tertutup salah satu tanda adanya upaya peredaman kasus.

Pihak APK dan PAPAM Kebun Aek Torop hingga berita ini diturunkan bungkam saat dimintai konfirmasi. Sementara itu, Danton Satpam hanya memberikan jawaban singkat bahwa kasus sedang dalam penelitian internal.

Sumber internal perusahaan menilai perbuatan ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan pengkhianatan nyata terhadap tugas ganda yang diembannya: menjaga ketertiban sekaligus mengamankan aset milik negara.

BACA JUGA  Akhirnya PTPN IV Regional I Kebun Sei Silau Adukan Kontraktor Jembatan ke Polisi

“Ketika satpam yang memikul amanah ganda ini justru ‘main mata’ dengan pencuri demi memuaskan hawa nafsunya, maka seluruh sistem pengamanan di sini runtuh. Belum lagi ada kecemburuan sosial di kalangan karyawan lokal, melihat orang yang rekam jejaknya buruk justru ditempatkan di posisi menguntungkan,” tegas sumber tersebut.

Kasus ini menuntut ketegasan tanpa kompromi. Mutasi yang tak masuk akal hingga penempatan yang keliru harus dievaluasi total. Pemutusan hubungan kerja secara tidak hormat adalah langkah mutlak yang harus diambil, sebagai bentuk pembersihan lingkungan kerja sekaligus peringatan keras bagi oknum lain yang berniat menyalahgunakan amanah perusahaan.

Kini, setelah gejolak hawa nafsu yang membara tak terkendali itu meledak dan membuahkan akibat pahit yang tak terelakkan, ia berusaha lari menelusup dari kenyataan yang telah ia anyam sendiri.

BACA JUGA  Izin PT SBI Dicabut, 6.200 Hektare Kembali ke Pangkuan Hukum

Sumber internal yang berkomunikasi intens dengan Tribrata TV melaporkan CN sedang berupaya mencari perlindungan ke Kepala Dusun Batu Ajo. Ia berdalih ingin terbebas dari tuduhan asusila, sembari berkilah bahwa perempuan yang telah melahirkan buah dari perselingkuhan itu kini sudah bersama pria lain yang dinilainya bersedia memikul seluruh beban dosa dan bertanggung jawab sepenuhnya atas abu sisa kobaran perasaannya yang pernah berkobar tanpa kendali.

Laporan: Abner Hasan Pasaribu, TRIBRATA TV Labuhanbatu Selatan

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Hadir Tanpa Menunggu Laporan, Kasat Lantas Polresta Gowa Sigap Bantu Korban Kecelakaan
Dentuman Gunung Karangetang Gegerkan Warga, Status Tetap Waspada Level II, BPBD Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Motor vs Bus di Jalan Wates Dekat Jembatan Bantar, Warga Sentolo Meninggal
Puluhan Pengunjung Pasar Malam Lau Dendang Terjebak di Wahana
Pasar Nauli Kota Sibolga Terbakar, Ratusan Kios dan Ruko Ludes
Ditinggal ke Sawah, Rumah di Sentolo Kulon Progo Terbakar Diduga Akibat Tungku
Kecelakaan 3 Kendaraan di Dekat Perempatan Bandara YIA Temon, 1 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Tiga Kendaraan di Pakis Magelang, Tiga Orang Terluka

Berita Lainnya

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:29 WIB

Oknum Satpam PTPN IV Kebun Aek Torop Diduga Terlibat Kasus Asusila dan “Main Mata” dengan Pencari Berondolan

Senin, 13 Juli 2026 - 10:41 WIB

Hadir Tanpa Menunggu Laporan, Kasat Lantas Polresta Gowa Sigap Bantu Korban Kecelakaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:38 WIB

Dentuman Gunung Karangetang Gegerkan Warga, Status Tetap Waspada Level II, BPBD Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:35 WIB

Motor vs Bus di Jalan Wates Dekat Jembatan Bantar, Warga Sentolo Meninggal

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:05 WIB

Puluhan Pengunjung Pasar Malam Lau Dendang Terjebak di Wahana

Berita Terbaru