PPP Gagal Tembus PT 4% Karena Kurang Familier dengan Ulama dan Santri

- Editorial Team

Selasa, 14 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPP gagal tembus ambang batas 4% hasil hitung resmi KPU. Bukan hal yang mengejutkan dengan hasil hitungan KPU tersebut.

Hal ini sudah diprediksi oleh seluruh lembaga survey, bahkan hingga rilis survey terakhir pada bulan Januari yaitu sebulan sebelum rakyat menentukan pilihan di TPS masing-masing.

Beberapa hasil survey yang dirilis pada 20 Januari hingga awal Februari 2024, LSI memprediksi PPP hanya tembus 2,2%. Poltracking 2,9%, Populi Center 2,3%, Litbang Kompas 2,4% dan Charta Politika 3,6%.

Pertama, saya menilai PPP yang dinakhodai oleh Mardiono bias strategi menghadapi kontestasi politik pada pemilu 2024, padahal kondisi internal praktis tidak ada masalah jauh lebih stabil dibanding periode-periode sebelumnya.

Kami melihat stabilitas internal tersebut tidak diimbangi dengan strategi kampanye partai yang terarah, isu-isu yang dibawa PPP juga belum mampu menyentuh hati umat atau pemilih parpol berbasis Islam tersebut.

BACA JUGA  Ketua DPD PAN Nias Selatan Gelar Temu Ramah dengan Kader

Kedua, PPP tidak didukung oleh tokoh sentral yang populis dimata pemilih, terutama basis Islam. Nama Plt. Ketum Mardiono belum dikenal luas oleh masyarakat. Mardiono kurang familier di kalangan Ulama, Kyai dan Santri.

Ketiga, sering kali elit PPP terlampau percaya diri dan menganggap remeh terhadap berbagai hasil Survey dengan dalih istilah “PPP mau menang pemilu bukan menang Survey”, pernyataan demikian beberapa kali disampaikan langsung oleh Mardiono selaku Plt. Ketum PPP. Entah apa yang mendasari elit PPP hingga begitu yakin hingga keyakinannya tersebut justru saya nilai membuat PPP lalai dan akhirnya memperoleh hasil terburuk sepanjang sejarah pemilu yang mana pada 2024 PPP hanya meraih hasil 3,87% atau 5.878.777 suara. Nyaris hanya butuh kurang lebih 200 ribu suara saja untuk tembus ambang batas 4%.

BACA JUGA  Soal PAW, DPRD Gorontalo Segera Eksekusi Putusan Pengadilan

Keempat, PPP tidak mampu menyiapkan langkah politik yang cermat. Kehadiran Sandiuno di penghujung pemilu juga belum memberikan dampak yang berarti bagi PPP. Jika PPP menyiapkan strategi politik yang cermat tentu tidak perlu bersusah payah hingga melanjutkan upayanya melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Mitigasi sebelum pemilu tentu bebannya jauh lebih ringan dari pada pasca pemilu.

Untuk itu PPP harus secepatnya melakukan evaluasi kepemimpinan agar PPP kembali menjadi partai yang dicintai rakyat dicintai umat.

BACA JUGA  PUAN PAN Tebing Tinggi Gelar Musyawarah

KH. Dawam Mu’allim
Murid KH. Maemun Zubair
Penulis Kitab Metode Al-Mu’allim ‘cara mudah dan cepat membaca kitab kuning

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

PJS Resmi Ajukan Calon Konstituen Dewan Pers
FGD Lemhannas RI: Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Pentingnya Data Geospasial untuk Sistem Peringatan Dini
Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal dan Integritas ASN, Tegaskan Gratifikasi Bukan Hal Biasa
Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS
‎Menteri Agama Minta Jemaat GPT dan Gereja Oikoumene Tetap Beribadah, Stop Renovasi Chapel USU
Viral WNI Disekap di Myanmar, Minta Bantuan Pemerintah Segera Bebaskan Mereka
‘Aib’ Hotman Paris Dibuka Anaknya, Gara-gara Bela Febrie Adriansyah
Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional

Berita Lainnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:21 WIB

PJS Resmi Ajukan Calon Konstituen Dewan Pers

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:08 WIB

FGD Lemhannas RI: Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Pentingnya Data Geospasial untuk Sistem Peringatan Dini

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:49 WIB

Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal dan Integritas ASN, Tegaskan Gratifikasi Bukan Hal Biasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:35 WIB

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:27 WIB

‎Menteri Agama Minta Jemaat GPT dan Gereja Oikoumene Tetap Beribadah, Stop Renovasi Chapel USU

Berita Terbaru