PPP gagal tembus ambang batas 4% hasil hitung resmi KPU. Bukan hal yang mengejutkan dengan hasil hitungan KPU tersebut.
Hal ini sudah diprediksi oleh seluruh lembaga survey, bahkan hingga rilis survey terakhir pada bulan Januari yaitu sebulan sebelum rakyat menentukan pilihan di TPS masing-masing.
Beberapa hasil survey yang dirilis pada 20 Januari hingga awal Februari 2024, LSI memprediksi PPP hanya tembus 2,2%. Poltracking 2,9%, Populi Center 2,3%, Litbang Kompas 2,4% dan Charta Politika 3,6%.
Pertama, saya menilai PPP yang dinakhodai oleh Mardiono bias strategi menghadapi kontestasi politik pada pemilu 2024, padahal kondisi internal praktis tidak ada masalah jauh lebih stabil dibanding periode-periode sebelumnya.
Kami melihat stabilitas internal tersebut tidak diimbangi dengan strategi kampanye partai yang terarah, isu-isu yang dibawa PPP juga belum mampu menyentuh hati umat atau pemilih parpol berbasis Islam tersebut.
Kedua, PPP tidak didukung oleh tokoh sentral yang populis dimata pemilih, terutama basis Islam. Nama Plt. Ketum Mardiono belum dikenal luas oleh masyarakat. Mardiono kurang familier di kalangan Ulama, Kyai dan Santri.
Ketiga, sering kali elit PPP terlampau percaya diri dan menganggap remeh terhadap berbagai hasil Survey dengan dalih istilah “PPP mau menang pemilu bukan menang Survey”, pernyataan demikian beberapa kali disampaikan langsung oleh Mardiono selaku Plt. Ketum PPP. Entah apa yang mendasari elit PPP hingga begitu yakin hingga keyakinannya tersebut justru saya nilai membuat PPP lalai dan akhirnya memperoleh hasil terburuk sepanjang sejarah pemilu yang mana pada 2024 PPP hanya meraih hasil 3,87% atau 5.878.777 suara. Nyaris hanya butuh kurang lebih 200 ribu suara saja untuk tembus ambang batas 4%.
Keempat, PPP tidak mampu menyiapkan langkah politik yang cermat. Kehadiran Sandiuno di penghujung pemilu juga belum memberikan dampak yang berarti bagi PPP. Jika PPP menyiapkan strategi politik yang cermat tentu tidak perlu bersusah payah hingga melanjutkan upayanya melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Mitigasi sebelum pemilu tentu bebannya jauh lebih ringan dari pada pasca pemilu.
Untuk itu PPP harus secepatnya melakukan evaluasi kepemimpinan agar PPP kembali menjadi partai yang dicintai rakyat dicintai umat.
KH. Dawam Mu’allim
Murid KH. Maemun Zubair
Penulis Kitab Metode Al-Mu’allim ‘cara mudah dan cepat membaca kitab kuning‘
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









