Dari Luka ke Harapan: Pemimpin Sitaro Pastikan Warga Korban Gunung Ruang Memulai Hidup Baru di Modisi

- Editorial Team

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sitaro, TRIBRATA TV

Kamis, 12 Februari 2026 menjadi hari penuh harapan bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang. Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia I. Kalangit bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas meninjau langsung kondisi masyarakat Kampung Laingpatehi dan Pumpente yang kini telah menempati hunian tetap di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Kehadiran kedua pemimpin daerah itu bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi simbol kepastian bahwa warga yang sebelumnya hidup dalam ketidakpastian kini memiliki tempat tinggal yang layak. Wajah-wajah haru dan syukur terlihat jelas dari masyarakat yang akhirnya bisa menempati rumah permanen setelah melewati masa sulit sebagai pengungsi.


Bupati Chyntia Kalangit mengungkapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilan relokasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa perjuangan panjang pemerintah dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil yang nyata bagi masa depan warga terdampak bencana.

“Semua merasa senang dan mengucap syukur kepada Tuhan atas perlindungan-Nya, sehingga kami sudah membawa seluruh warga yang ditimpa bencana untuk direlokasi di tempat yang telah disediakan. Ini seperti bangsa Israel yang akhirnya tiba di negeri yang dijanjikan Tuhan,” ujar Bupati dengan suara penuh haru.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa keputusan relokasi bukanlah hal yang mudah. Perpisahan dengan tanah kelahiran menjadi luka emosional yang harus diterima demi keselamatan dan masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA  Penurunan Angka Kemiskinan di Kabupaten Sitaro: Sebuah Harapan Baru

“Kami sebenarnya merasa sedih dengan adanya perpisahan ini, tetapi inilah jalan keluar yang harus diputuskan. Kami tidak ingin warga terus hidup di rusunawa atau kembali lagi ke Pulau Ruang dengan risiko yang sama,” lanjutnya.


Data pemerintah mencatat, total warga yang direlokasi mencapai 845 jiwa atau 282 kepala keluarga. Proses pemindahan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui jalur laut bagi warga yang masih berada di lokasi penampungan sementara.

Asisten Pembangunan dan SDM Sitaro, Eddy Salindeho, menjelaskan bahwa proses relokasi masih berlangsung. “Kapal masih akan kembali untuk mengangkut beberapa warga Desa Laingpatehi yang masih menunggu di Rusunawa Sagerat,” katanya.

Pemerintah telah menyiapkan lahan pemukiman seluas 10,6 hektar untuk menampung seluruh keluarga yang direlokasi. Kawasan tersebut dirancang sebagai lingkungan baru yang aman dan mampu mendukung kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Bupati Chyntia Kalangit menegaskan bahwa rumah yang diberikan bukan sekadar tempat berteduh, tetapi simbol awal kehidupan baru. Pemerintah memastikan kualitas hunian memenuhi standar kelayakan.

“Setiap keluarga akan mendapatkan rumah tipe 36 yang dilengkapi dapur berukuran 3×3 meter. Jadi bisa dikatakan mendekati tipe 45, walaupun secara dasar adalah tipe 36. Semua rumah sudah dalam kondisi siap huni dengan sistem knock down,” jelasnya.

BACA JUGA  Gunung Ruang di Sulut Kembali Meletus

Ia menambahkan, pemerintah berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. “Ini adalah hasil perjuangan bersama agar masyarakat bisa hidup di tempat yang layak, aman, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Selain rumah tinggal, pemerintah juga memikirkan keberlanjutan ekonomi warga. Lahan usaha telah direncanakan untuk membantu masyarakat membangun kembali sumber penghidupan mereka.

Penyediaan lahan usaha tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN serta pihak kehutanan, mengingat sebagian lahan berada dalam kawasan hutan produksi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan warga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Wakil Bupati Heronimus Makainas menambahkan bahwa kawasan pemukiman baru telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

“Di lokasi ini sudah tersedia lima bangunan gereja, fasilitas pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP, serta fasilitas olahraga, taman bermain, dan pastori gereja. Semua ini disiapkan agar masyarakat bisa hidup normal kembali,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bukti bahwa relokasi ini dirancang sebagai pemukiman permanen, bukan sekadar tempat penampungan sementara. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat membangun kehidupan baru secara utuh.

Bupati Chyntia Kalangit juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan dalam proses relokasi ini. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

BACA JUGA  Niczhem Alfa Wengen, Kembali Pimpin KNPI Sitaro

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas perhatian dan dukungan yang luar biasa,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Laingpatehi dan Pumpente, hunian tetap di Modisi bukan sekadar bangunan fisik. Tempat ini menjadi simbol kebangkitan dari bencana, tempat di mana mereka dapat memulai kembali kehidupan dengan harapan yang baru.

Kini, di tengah suasana lingkungan baru, langkah-langkah kecil menuju masa depan mulai terlihat. Dari luka akibat bencana, tumbuh tekad untuk bangkit—dan Modisi menjadi saksi awal perjalanan baru masyarakat Sitaro menuju kehidupan yang lebih aman, bermartabat, dan penuh harapan. (Jemi Lahutung)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Sonny Maringka Sambut Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN
Peringati Harganas dan Hari Kependudukan Sedunia, Plt. Bupati Sitaro Hadiri Pencatatan Perkawinan Massal di Kantor Gubernur Sulut
Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan
Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

Sonny Maringka Sambut Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:15 WIB

Peringati Harganas dan Hari Kependudukan Sedunia, Plt. Bupati Sitaro Hadiri Pencatatan Perkawinan Massal di Kantor Gubernur Sulut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WIB

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:16 WIB

Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Berita Terbaru