Bekasi, TRIBRATA TV
Kasus dugaan penganiayaan kembali mencoreng dunia ketenagakerjaan. Kali ini, seorang pegawai PT Jala Expres, Mulyadi, mengaku menjadi korban kekerasan oleh manajernya sendiri yang bernama Sahat Simbolon.
Insiden memilukan itu terjadi di kantor PT Jala Expres yang beralamat di Jalan Benda No. 236, RT 002/RW 001, Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 10 April 2025 sekitar pukul 09.30 WIB lalu.
Menurut pengakuan Mulyadi, tanpa alasan yang jelas, sang manajer tiba-tiba menyiramkan kopi panas ke tubuhnya. Peristiwa itu bukan hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
“Saya tidak menuntut apa-apa, hanya meminta itikad baik dari manajer untuk bertanggung jawab dan memberikan pengobatan atas luka saya,” ujar Mulyadi saat ditemui awak media, Minggu (13/4/2025).
Mulyadi mengaku telah berupaya menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun hingga saat ini, belum ada respons atau permintaan maaf dari pihak manajemen maupun pelaku.
“Kalau tidak ada itikad baik, saya terpaksa akan membuka laporan resmi ke Polres Metro Bekasi Kota,” tegasnya.
Kasus ini memantik perhatian publik, terutama terkait pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan. Masyarakat berharap pihak berwajib segera bertindak untuk menegakkan keadilan.
Pihak PT Jala Expres maupun terduga pelaku hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut saat awak media dikonfirmasi tidak ada respon. (Ahmad FG)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









