OKI, TRIBRATA TV
Divisi Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMA PAI) IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Narasi, Menginspirasi Aksi” pada Minggu (12/7/2026) di ruang kelas PGMI 6, IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 20 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam lintas semester, mulai dari semester II, IV, hingga VI ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai retorika, seni berbicara, serta pentingnya membangun komunikasi yang mampu melahirkan tindakan nyata.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua HIMA Prodi PAI, Sofia Arifatus Shofa, Ketua HIMA Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dini Nur Anjani, serta pengurus HIMA Prodi Ekonomi Syariah, Dona Haviza. Diskusi dipantik oleh Yuyun Hariyanti selaku Koordinator Divisi Kaderisasi dan PSDM HIMA Prodi PAI.
Dalam pemaparannya, Yuyun Hariyanti menjelaskan retorika bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, melainkan seni menyampaikan gagasan secara tepat agar dapat diterima dan memberikan pengaruh positif kepada pendengar. Ia mengulas tiga unsur utama retorika menurut Aristoteles, yaitu ethos (kredibilitas pembicara), pathos (kemampuan membangun kedekatan emosional), dan logos (kekuatan logika dan argumentasi).
“Dari sini kita mengetahui berbicara ternyata memiliki seninya. Ketika ingin menjadi seorang pembicara, kita harus berpegang pada tiga unsur penting yang dijelaskan Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos,” ujar Yuyun.
Ia juga mengingatkan peserta akan pentingnya membangun diri secara terarah dengan mengutip sebuah hadis yang bermakna bahwa kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh membatasi potensi dirinya hanya karena hambatan-hambatan kecil.
“Jangan membatasi diri agar kita dapat berkembang lebih dari apa yang kita bayangkan. Jangan jadikan kendala-kendala kecil yang sebenarnya bisa kita lewati sebagai penghalang besar untuk berkembang,” tambahnya.
Selain membahas konsep retorika, forum juga mengangkat berbagai studi kasus yang sering ditemui di lingkungan mahasiswa. Peserta diajak menganalisis bagaimana komunikasi yang baik dapat menjadi solusi dalam menyampaikan kritik, gagasan, maupun membangun kolaborasi di lingkungan organisasi dan kampus.
Sementara itu, Ketua HIMA Prodi PAI, Sofia Arifatusu Shofa, menekankan pentingnya memiliki prinsip dalam menjalani kehidupan dan proses berorganisasi.
“Seseorang harus memiliki prinsip sehingga kehidupan yang dijalani tetap berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Jangan takut untuk memulai, karena pembicara hebat tidak lahir begitu saja. Mereka melalui proses belajar, berlatih, dan berbagai tahapan hingga akhirnya mampu menjadi pembicara yang baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, HIMA Prodi PAI berharap budaya diskusi akademik di kalangan mahasiswa semakin berkembang. Sebagai tindak lanjut, Focus Group Discussion akan dijadikan sebagai program rutin yang diselenggarakan setiap satu bulan sekali dengan tema dan buku yang berbeda, sehingga mahasiswa memiliki ruang belajar yang berkelanjutan untuk mengembangkan wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi. (Sihabuddin)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online











