Manggarai Timur, TRIBRATA TV
Empat perusahaan konstruksi bersaing dalam tender preservasi Jalan Provinsi ruas Benteng Jawa-Dampek di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk tahun anggaran 2026. Proses lelang yang kini memasuki tahap evaluasi itu menjadi sorotan warga Kecamatan Lamba Leda karena kondisi jalan yang rusak parah bertahun-tahun.
Ruas Benteng Jawa-Dampek merupakan jalur vital penghubung sentra komoditas kemiri, kopi, dan vanili di Lamba Leda dan Lamba Leda Utara menuju Borong dan Ruteng. Namun, badan jalan dipenuhi lubang menganga dan batu besar. Saat musim hujan, jalur kerap berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan mobil pengangkut hasil tani hingga ambulans.
Berdasarkan pantauan hingga Mei 2026, empat peserta tender tersebut adalah PT Wijaya Graha Prima (WGP), PT Menara Armada Pratama, PT Agogo Golden Group, dan PT Floresco Aneka Indah.
WGP berstatus sebagai petahana yang sebelumnya mengerjakan paket Inpres Jalan Daerah di ruas yang sama. Keikutsertaan kembali WGP memunculkan respons beragam di masyarakat.
“Warga berharap karena WGP sudah paham medan, tapi juga khawatir kualitasnya seperti dulu,” kata salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
PT Menara Armada Pratama dikenal sebagai kontraktor spesialis jalan nasional dan provinsi di Flores sekaligus pemasok material aspal. Sementara PT Agogo Golden Group tercatat agresif mengikuti beberapa paket lelang jalan lain di Manggarai Timur. Adapun PT Floresco Aneka Indah merupakan kontraktor lokal yang telah mengerjakan proyek PUPR di tiga kabupaten Manggarai.
Warga Desa Golo Rentung, Filipus Karpus, mengatakan kerusakan jalan berdampak langsung pada layanan dasar. “Setiap musim hujan, anak PAUD jarang sekolah karena jalan berlumpur. Orang sakit yang dirujuk ke Borong harus ditandu kalau mobil nyangkut,” ujarnya, Kamis 7/5/2026.
Ia menegaskan warga tidak membutuhkan kontraktor yang hanya unggul secara administratif. “Kami tidak butuh kontraktor hebat di atas kertas. Kami butuh kualitas jalan yang tahan bertahun-tahun,” kata Filipus.
Pedagang ikan di Pasar Benteng Jawa, Marselina, mengeluhkan biaya angkut yang membengkak akibat kondisi jalan. “Mobil sering rusak, ikan kami sering busuk di jalan. Siapa pun yang menang nanti, tolong kerja jujur,” ucapnya.
Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi NTT masih melakukan evaluasi penawaran. Pengumuman pemenang tender preservasi Jalan Benteng Jawa-Dampek dijadwalkan pada Juni 2026.
Masyarakat Lamba Leda berharap pemenang tender dapat menyelesaikan persoalan infrastruktur yang selama ini menghambat distribusi hasil pertanian dan akses layanan kesehatan. (Afrianus Cundul)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









