Simeulue, TRIBRATA TV
Menanggapi keluhan dan keresahan para pedagang ikan di Pajak Inpres Sinabang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Simeulue, Carles turun meninjau lokasi yang diduga liar di pinggir Desa Suka Jaya Kecamatan Simeulue Timur, Selasa (6/08/2024) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Carles berbicara secara langsung dengan para pedagang ikan yang selama ini diduga menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Pasalnya mereka berjualan ditempat yang tidak wajar dan bisa menimbulkan kemacetan jalan termasuk kerusakan lingkungan bahkan bisa menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan umum.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa pedagang Ikan yang berada di Simpang Cargo mengeluh sambil menunjukan tempat mereka jualan sebelum pindah ke Simpang Cargo atau pinggir jalan umum.
Dihadapan Kepala Dinas Perikanan, Alinur dan Dedek mewakil para pedagang mengaku sengaja berjualan di pinggir jalan sambil menunggu tanggapan dan solusi dari pemerintah melalui Desa Suka Jaya.
“Sayangnya keluhan itu tidak mendapat respon, justru yang terjadi pengusiran oleh Sat Pol PP, bukan memberikan solusi agar para pedagang mampu dan bisa berkontribusi buat Pemerintah melalui pemerintah desa,” katanya.
Menurut Dedek, pemerintah harusnya membenahi tempat mereka berjualan yang sudah tidak layak pakai lagi. “Kami justru lebih senang berjualan disitu dari pada kami capek, angkat ke kiri dan angkat ke kanan meja jualan kami. Saya berharap semoga dengan datangnya Bapak Kepala Dinas dapat memberikan solusi,” ujarnya.
Sementara Carles menyampaikan setelah datang bersama tim melihat kondisi tempat ini, ia meminta agar mulai besok tempat berjualan tersebut bisa direhab apa adanya dulu untuk dapat dipergunakan berjualan sementara.
“Sebelum siap jika petugas Sat Pol PP datang, bapak-bapak sampaikan untuk bersabar menunggu waktu paling lama 7 hari kerja terhitung mulai hari ini agar tetap bisa berjualan dipinggir jalan ini. Tunjukan foto kita itu sama petugas Sat Pol PP,”tegasnya.
Tapi saya harapkan tetap jaga kebersihan, arahkan pembeli kita agar parkir dengan baik supaya arus lalulintas tetap lancar, pesannya.
Carles menambahkan selepas dari sini ia akan koordinasi dengan instansi-instansi terkait agar tempat ini ke depan bisa dibangun semi permanen dan bisa bermanfaat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Suka Jaya, khususnya para pedagang ikan.
“Dalam waktu dekat ini akan kami kordinasi dengan Kepala Desa, karena hal ini bisa saja dibangun melalui Dana Desa, tinggal pengelolaan saja tanpa menunggu anggaran dari luar. Namun hal itu tidak dapat saya pastikan, mau atau tidaknya Kepala Desa,” tambahnya.
Menurut Carles, biaya rehab ini paling banyak Rp100 juta. “Kita buat dari kayu saja, atap seng, lantai semen dan jika memungkinkan dibuat tempat jualannya berhadap hadapan agar indah dan menarik sehingga nilai jual pasar kita itu ada,” katanya lagi.
“Ini kan bisa menambah penghasilan Desa, kenapa tidak dihiraukan oleh Desa?”.
Kepada media, ia berharap para pedagang tetap bisa menjalankan usahanya dengan menjaga keamanan dan ketertiban umum.
“Jaga dan pelihara kebersihan lingkungan dengan membuat saluran pembuangan yang langsung ke laut sehingga saling terjaga, pedagang aman, lingkungan kita nyaman dan Pemerintah Desa nya senang,” tutupnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









