Polisi Ungkap Kronologi Keributan di Asrama Papua Yogyakarta, Bukan Serangan

- Editorial Team

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, TRIBRATA TV

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penyerangan terhadap Asrama Mahasiswa Papua Kamasan 1 di Kusumanegara, Umbulharjo merupakan kabar bohong (hoaks).

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredarnya video viral yang menarasikan adanya serangan oleh orang tak dikenal (OTK) bersenjata, yang memicu keresahan di masyarakat. Polisi menegaskan peristiwa yang terjadi tidak seperti yang digambarkan dalam narasi tersebut.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta menjelaskan insiden yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 23.20 WIB merupakan perselisihan antara sejumlah OTK dengan warga sekitar, bukan aksi penyerangan terhadap asrama.

BACA JUGA  Korban Longsor di Areal Tambang Freeport Telah Dievakuasi

“Peristiwa tersebut bukan penyerangan. Situasi memang sempat memanas, namun tidak ada aksi penyerangan seperti yang beredar di media sosial,” ujar pihak kepolisian dalam keterangan resminya.

Berdasarkan kronologi, kejadian bermula ketika empat orang tak dikenal mendatangi area depan asrama untuk mencari seseorang. Mereka sempat menanyakan informasi kepada seorang penjual kopi di lokasi. Namun, karena tidak memperoleh jawaban yang diharapkan, situasi menjadi tegang.

Ketegangan meningkat saat penjual kopi berteriak, yang kemudian menarik perhatian penghuni asrama dan warga sekitar hingga berkumpul di lokasi. Melihat jumlah massa yang bertambah, keempat OTK tersebut kemudian melarikan diri.

BACA JUGA  Kapolres Keerom: Kerukunan Beragama Harus Dipupuk

Video yang merekam kerumunan warga di sekitar lokasi kemudian beredar luas dengan narasi yang menyebutkan adanya penyerangan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

“Saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Saat ini, situasi di sekitar Asrama Mahasiswa Papua Kamasan 1 dilaporkan telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.(Didik)

BACA JUGA  Video: Detik-detik Evakuasi Anggota Brimob yang Gugur di Kiwirok

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Wates Karangwuni, Usai Dugaan Insiden Program Makan Bergizi Gratis
Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Dimulai
115 Siswa SMPN 3 Wates Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 27 Dirawat di Puskesmas
Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Sudah Lindungi 195 Ribu Pekerja
Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan
Hadiri Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi, Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Sinergi Pembangunan
Gunung Merapi Hari Ini: Status Siaga, Lava Gugur Meluncur hingga 1,9 Kilometer
Korem 072/Pamungkas dan KADIN DIY Sukses Gelar Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Ikut Bergeliat

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:57 WIB

Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Dimulai

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:49 WIB

115 Siswa SMPN 3 Wates Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 27 Dirawat di Puskesmas

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Sudah Lindungi 195 Ribu Pekerja

Senin, 20 Juli 2026 - 11:10 WIB

Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:45 WIB

Hadiri Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi, Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Sinergi Pembangunan

Berita Terbaru