Kota Jambi, TRIBRATA TV
Akhir-akhir ini permasalahan angkutan batu bara semakin mencuat, hingga menjadi pembicaraan semua kalangan masyarakat.
Mulai dari kecelakaan lalulintas, kemacaten dan hingga mengakibatkan pasokan BBM solar bersubsidi di Provinsi Jambi mengalami kekurangan.
Saat Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengikuti rapat di Audotorium Rumah Gubernur, Senin (4/4/2022), ia mengusulkan truk batu bara tidak menggunakan BBM solar subsidi lagi.
Menurutnya, biaya operasional truk batu bara tidak sesuai dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi.
Ia menyebutkan setiap hari ada sekitar 5.000 truk batu bara beroperasi di Provinsi Jambi dengan rata-rata setiap mobil mengisi 100 liter bahan bakar.
Jika satu liter disubsidi sekitar 7.000 rupiah, maka dalam satu tahun negara menghabiskan Rp1,26 triliun subsidi BBM solar di Provinsi Jambi.
“Kontribusi batu bara terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi tak sebanding, dalam setahun PAD Jambi dari batu bara hanya sebesar Rp39 miliar, jadi kita ini yang membiayai operasional industri besar,” jelasnya.
“Sekali lagi ini bukan untuk mempersulit truk batu bara, nanti juga akan diusulkan pengisian BBM solar non subsidi di SPBU khusus untuk truk batu bara, secara teknis akan dibicarakan, termasuk aturan dalam penggunaan solar truk batu bara,” tutupnya. (Kurniawan Gusti Nasution)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









