Sitaro, TRIBRATA TV
Lapangan Akesimbeka menjadi saksi berlangsungnya upacara adat Mehebing Datu 2025, sebuah tradisi sakral yang menandai pengukuhan pemimpin daerah baru. Acara yang penuh makna ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan pemerintah, termasuk Gubernur Sulawesi Utara atau pejabat yang mewakili.
Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, dalam sambutannya menegaskan pentingnya acara ini sebagai simbol pengakuan adat terhadap pemimpin baru. “Momen ini bukan hanya sebuah seremoni, tetapi juga amanah besar yang harus kami emban demi kemajuan Sitaro,” ujarnya, Senin (3/3/2025).
Mehebing Datu, yang diadakan setiap lima tahun sekali, bukan sekadar prosesi seremonial. Tradisi ini memiliki akar yang dalam dalam budaya masyarakat Sitaro, di mana pemimpin daerah akan menerima areng lahansang tundung adate, atau nama adat, dari para tetua adat. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang baru.
Selain sebagai pengukuhan pemimpin, acara ini juga memperkuat identitas budaya serta persatuan masyarakat. “Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga keharmonisan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah,” lanjut Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kepulauan Sitaro menambahkan bahwa keberlanjutan tradisi ini merupakan bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga. “Kita harus memastikan bahwa budaya ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro juga memanfaatkan momentum Mehebing Datu untuk menegaskan visi pembangunan daerah ke depan. Dengan mengusung konsep Sitaro MASADADA (Maju, Sejahtera, Damai, dan Dahsyat), pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang inklusif, berkeadilan, serta berbasis pada kearifan lokal.
Salah satu fokus utama pembangunan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan. “SDM yang unggul adalah kunci utama untuk membawa Sitaro ke arah yang lebih baik,” ungkap Bupati dalam pidatonya.

Di bidang ekonomi, pemerintah akan mendorong pemanfaatan potensi lokal, termasuk sektor perikanan dan pariwisata, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita memiliki kekayaan laut dan keindahan alam yang luar biasa. Ini adalah modal besar untuk menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian daerah,” tambahnya.
Pembangunan infrastruktur yang merata juga menjadi prioritas utama. Pemerintah menargetkan peningkatan aksesibilitas antar-pulau, perbaikan jalan, serta optimalisasi jaringan komunikasi demi mendorong konektivitas yang lebih baik. “Kemajuan daerah tidak bisa lepas dari infrastruktur yang mendukung,” tegasnya.
Selain itu, penguatan kebudayaan daerah juga menjadi perhatian. “Warisan budaya kita adalah jati diri yang tidak boleh hilang. Oleh karena itu, kami akan terus mendukung pelestarian adat dan seni budaya Sitaro,” ujarnya.
Dalam akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. “Kesuksesan Mehebing Datu 2025 adalah bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan kita,” ucapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat serta penampilan kesenian tradisional. Dengan semangat baru yang dibawa oleh pemimpin yang dikukuhkan, masyarakat Sitaro berharap pembangunan daerah akan semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas mereka.(Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









