4 Jejak Bersejarah di Tangsel: Saksi Bisu Perlawanan dan Keberagaman

- Editorial Team

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Selatan, TRIBRATA TV

Di balik pesona modern dan gedung-gedung menjulang, Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata menyimpan banyak cerita masa lalu yang tak kalah menarik untuk ditelusuri. Kota yang dikenal sebagai wilayah metropolitan ini memiliki sejumlah situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang perjuangan dan keberagaman di Banten.

Melalui wisata edukatif, masyarakat dapat menelusuri kembali jejak heroik dan nilai budaya yang membentuk identitas kota ini. Wisata semacam ini tak sekadar rekreasi, tetapi juga memberi pemahaman dan pengalaman belajar bagi para pengunjung.

Berikut empat tempat bersejarah di Tangerang Selatan yang layak dikunjungi oleh pecinta sejarah maupun wisatawan edukatif.

  1. Tugu Perjuangan Rakyat Serpong
    Tugu ini menjadi simbol perlawanan rakyat Serpong terhadap penjajahan Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
    Kala itu, masyarakat setempat bangkit melawan pasukan kolonial hingga menyebabkan lebih dari 1.000 pejuang gugur di medan pertempuran.

Para pahlawan yang gugur sempat dimakamkan di lokasi pertempuran sebelum kemudian dipindahkan pemerintah saat pembangunan jalan raya.

BACA JUGA  Kapolda Banten Tinjau Protokol Kesehatan di Citra Raya Tangerang

Sebagai bentuk penghormatan, warga membangun Tugu Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1945 pada 27 Desember 1949, yang hingga kini berdiri kokoh sebagai pengingat perjuangan rakyat Serpong.

  1. Taman Makam Pahlawan Seribu
    Situs ini menjadi salah satu tempat paling sakral di Tangsel, menyimpan kisah perjuangan melawan tentara NICA (Nederlands Indies Civil Administration) meski Indonesia telah merdeka pada tahun 1945.

Terletak di Kademangan, Setu, Tangsel, kawasan ini dikenal dengan nama Seribu Serpong. Meski disebut “seribu”, faktanya hanya terdapat 238 makam pahlawan dan dua makam tambahan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Taman makam ini kini berfungsi bukan hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir para pejuang, tetapi juga simbol penghargaan atas pengorbanan mereka demi kemerdekaan bangsa.

  1. Vihara Boen Hay Bio
    Tidak hanya menyimpan kisah perjuangan, Tangsel juga memiliki warisan budaya yang menunjukkan keragaman dan toleransi masyarakatnya.
    Salah satunya adalah Vihara Boen Hay Bio, yang disebut sebagai salah satu vihara tertua di Tangsel, bahkan telah berdiri selama sekitar 300 tahun.
BACA JUGA  Ledakan Dahsyat Guncang Tangsel, 5 Rumah Rata dengan Tanah, 4 Warga Luka

Terletak di Jalan M Arhomin No 45, Kelurahan Cilenggang, Serpong, vihara ini menampilkan arsitektur klasik Tionghoa yang masih terjaga hingga kini.
Vihara Boen Hay Bio menjadi bukti nyata bagaimana sejarah, budaya dan spiritualitas berpadu harmonis di tengah kota modern.

  1. Rumah Lengkong
    Tempat bersejarah terakhir adalah Rumah Lengkong, yang berlokasi di Jalan Bukit Golf Utara, Lengkong Wetan, Serpong.
    Bangunan ini berdekatan dengan Monumen Palagan Serpong dan menyimpan kisah heroik pertempuran antara pasukan Indonesia dan Jepang.

Rumah ini dulunya menjadi markas pasukan Jepang di bawah pimpinan Kapten Abe. Saat itu, Mayor Daan Mogot bersama pasukannya datang untuk meminta penyerahan senjata secara diplomatis.
Namun, pertemuan itu berujung pertempuran sengit, peristiwa yang kini dikenal sebagai Peristiwa Lengkong, salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Menjaga Warisan & Mengenal Jati Diri
Empat situs ini menjadi saksi bahwa Tangerang Selatan bukan sekadar kota dengan kemajuan pesat, tetapi juga penyimpan warisan sejarah dan perjuangan.

BACA JUGA  Polres Tangsel Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras Pada Dua Pengendara Motor

Melalui wisata edukatif, masyarakat diharapkan dapat mengenang jasa para pahlawan, memahami akar sejarah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Karena di balik setiap bangunan tua dan monumen berdebu, tersimpan cerita tentang keberanian, pengorbanan dan jati diri bangsa. (Rosdiana Br Purba)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan
Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WIB

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:16 WIB

Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Berita Terbaru

Nasional

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:35 WIB