Sapma PP Minta Kapoldasu Turunkan Tim Lapfor Cek Korban dan Tutup Aktivitas PETI Hutabargot

- Editorial Team

Senin, 3 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina, TRIBRATA TV

Pengurus Cabang Satuan Pelajar Mahasiswa-Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kabupaten Madina bereaksi keras atas kejadian longsor di perbukitan kilometer 2 Hutabargot Julu yang viral akibat menjamurnya aktivitas ilegal PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin).

“Kita mendesak Kapolda Sumut Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, untuk segera menurunkan Tim Laboratorium Forensik (Lapfor) Polda melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengambil sampel tanah atas dugaan adanya beberapa mayat yang tertimbun di lokasi kilo 2 Hutabargot yang longsor beberapa waktu yang lewat”, tegas Ketua PC Sapma PP Ahmad Sarkawi Nasution kepada pers, Minggu (02/02/2025) di Panyabungan.

Disebutkan, penerjunan Tim Labfor Poldasu sangat urgen untuk menjawab teka teki atas kesimpang siuran informasi terkait aktivitas pelanggaran hukum berbentuk PETI yang disinyalir telah menelan korban beberapa orang di salah satu lobang milik bos tambang di Huta bargot yang diduga berinisial B dan N.

BACA JUGA  Video: Evakuasi Tiga Korban Runtuhnya Tembok di Parapat Sumut

Lebih lanjut, Sarkawi menguraikan pemberitaan yang viral di berbagai media online Minggu (02/02/2025) menyebut sejumlah pekerja mengaku mencium aroma busuk menyengat di lubang tambang emas ilegal, perbukitan Kilometer 2, Kecamatan Hutabargot yang diduga bangkai manusia yang bersumber dari salah satu lubang milik salah satu tauke tambang di Kilo II Desa Hutabargot Nauli yang mengalami longsor hebat, pada minggu kemaren.

“Untuk memastikan bau busuk itu bersumber dari bangkai binatang atau manusia, Tim Labfor Poldasu diminta bergerak cepat melakukan tindakan tegas dengan segera turun ke lokasi” jelas Sarkawi yang mantan Ketua Umum DPP IMMAN (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal) ini.

Sarkawi berasumsi, bila merujuk rangkaian kejadian longsor itu pihaknya menduga bau menyengat itu merupakan bangkai manusia. Pasalnya, sangat naif dan tidak logis bila dikatakan ada binatang seperti ayam, kambing, anjing atau babi yang berkeliaran di lobang tanah yang memilki kedalaman puluhan meter.

BACA JUGA  Hilang Usai Minum di Kafe, Ditemukan Sudah Jadi Mayat

“Kita mendesak Ditreskrimsus dan Ditlabfor Polda untuk segera turun tangan menyikapi kejadian ini biar opini yang berkembang tidak bias menjadi “bola liar”. Kita minta Tim Labfor Poldasu merespon cepat melakukan tindakan terukur mencek kebenaran isu yang menyebut adanya penambang yang tewas akibat tertimbun longsor,” jelas Sarkawi.

Selain melakukan olah TKP dengan mengambil sampel tanah, debu, atau bau yang menyengat di tempat longsor, Sapma PP juga meminta agar Lapfor Poldasu juga mengambil sampel air dugaan pencemaran lingkungan dan kerusakan alam, serta melakukan penggrebekan atas maraknya penggunaan zat kimia beracun dan berbahaya (B3) berupa mercury dan sianida yang diduga dilakukan para tauke tambang ilegal untuk pemurnian logam emas material hasil kejahatan tindak pidana PETI.

BACA JUGA  Pulang Liburan dari Berastagi, Satu Keluarga Masuk Jurang

“Kita minta Kapoldasu untuk lebih serius dan sungguh-sungguh memprioritaskan pengusutan PETI di Kabupaten Madina hingga tuntas. Hasil laboratorium forensik setelah diuji nantinya, kita minta untuk diungkap secara transparan”, tutup Sarkawi.(tim)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tahun 2026, Asahan Kembali Dapat “Jatah” dari Kementrian PU Dirjen SDA
PTPN IV Regional I Kebun Sei Silau Belum Realisasikan Hak Pensiunan
Perkuat Kinerja UPT Pemasyarakatan Langkat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Bintorwasdal di Lapas Narkotika Langkat
Membahayakan, Kabel Jaringan Internet Dipasang di Tiang Listrik
Warga Kesulitan BBM, Armada Sawit Justru Menyerap Subsidi Secara Besar-besaran
Perkuat Sinergi, TRIBRATA TV Simalungun Bersilaturahmi dengan Manajemen PKS Bah Jambi
Polres Tebing Tinggi Monitoring SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Tetap Kondusif
Penutupan MPLS di SMP Negeri 2 Adian Koting Berlangsung Akrab dan Ceria

Berita Lainnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:33 WIB

PTPN IV Regional I Kebun Sei Silau Belum Realisasikan Hak Pensiunan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:02 WIB

Perkuat Kinerja UPT Pemasyarakatan Langkat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Bintorwasdal di Lapas Narkotika Langkat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:38 WIB

Membahayakan, Kabel Jaringan Internet Dipasang di Tiang Listrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:45 WIB

Warga Kesulitan BBM, Armada Sawit Justru Menyerap Subsidi Secara Besar-besaran

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:56 WIB

Perkuat Sinergi, TRIBRATA TV Simalungun Bersilaturahmi dengan Manajemen PKS Bah Jambi

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

3 Pejabat Strategis Polres Takalar Resmi Berganti

Sabtu, 18 Jul 2026 - 22:25 WIB

Kriminal

Simpan Sabu dan Ganja, Petani di Karo Ditangkap

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:25 WIB